Dede Budhyarto Bela Bahlil Soal Kompor Dimatikan Setelah Masakan Matang: Hal Kecil Berdampak Besar

8 hours ago 7
Bahlil Lahadalia,

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mengimbau masyarakat mematikan kompor setelah masakan matang menuai beragam respons di media sosial.

Tidak sedikit netizen yang menjadikannya bahan ejekan karena dianggap terlalu sederhana.

Namun, mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, justru mengatakan bahwa imbauan tersebut memiliki makna penting dalam konteks efisiensi energi nasional.

Ia menyebut kebiasaan kecil di tingkat rumah tangga dapat berdampak besar terhadap konsumsi energi negara.

Bukan Imbauan Sepele

Ditegaskan Dede, imbauan mematikan kompor setelah masakan matang kerap dianggap nyeleneh oleh sebagian warganet.

Padahal, menurutnya, hal tersebut berkaitan langsung dengan penghematan energi.

"Soal mematikan kompor saat masakan sudah matang mungkin terdengar sederhana. Bahkan bagi sebagian netizen, dianggap nyeleneh dan jadi bahan bullyan" ujar Dede dikutip fajar.co.id, Jumat (27/3/2026).

"Padahal kalau kita tarik sedikit ke konteks yang lebih luas, justru di situlah letak masalahnya, kita sering meremehkan hal kecil yang berdampak besar," tambahnya.

Konsumsi LPG Terus Meningkat

Ia kemudian menyinggung konsumsi LPG di Indonesia yang disebut terus meningkat setiap tahun.

Menurutnya, mayoritas penggunaan berasal dari rumah tangga dan masih bergantung pada subsidi negara.

"Faktanya, konsumsi LPG di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Sebagian besar digunakan oleh rumah tangga, dan mayoritas masih disubsidi negara," tukasnya.

Dede meegaskan, pemborosan kecil di dapur berpotensi berdampak pada beban anggaran negara.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |