Pakar pendidikan dan aktivis bidang transportasi Darmaningtyas. (Darmaningtyas for Jawa Pos)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kritikus pendidikan dan transportasi, Darmaningtyas, blak-blakan bicara terkait wacana kenaikan harga BBM di tengah konflik Timur Tengah.
Fokus Darmaningtyas terutama terkait kebijakan transportasi publik yang dinilai belum menjadi prioritas.
Sistem Angkutan Umum Harus Diperkuat
Ia menegaskan, pemerintah seharusnya sejak lama membangun sistem angkutan umum yang kuat agar ketergantungan terhadap BBM bisa ditekan.
Karena merasa geram, ia bahkan melontarkan kritik keras terkait respons pejabat terhadap aspirasi masyarakat.
Darmaningtyas mempertanyakan pola pengambilan kebijakan yang dinilai tidak memperhatikan suara publik.
Ia menyebut wacana kenaikan harga BBM terus berulang tanpa solusi jangka panjang.
"Apakah syarat untuk jadi pejabat di negeri ini harus goblok dan tidak mendengarkan suara publik?," ujar Darmaningtyas dikutip fajar.co.id, Rabu (1/4/2026).
Klaim Sudah Beri Peringatan Sejak 2005
Ia mengaku telah lama mendorong pemerintah untuk memperkuat angkutan umum sebagai solusi efisiensi energi.
Menurutnya, kampanye tersebut sudah dilakukan sejak kenaikan harga BBM pada 2005.
"Sejak kenaikan harga BBM 2005 saya sudah sering kampanye, bangun angkutan umum di seluruh daerah," lanjutnya.
Angkutan Umum Lebih Hemat Energi
Darmaningtyas menegaskan bahwa pembangunan transportasi publik dapat mengurangi dampak kenaikan harga BBM.
Namun, Darmaningtyas bilang bahwa hal tersebut belum dijalankan secara serius.
"Karena angkutan umum lebih hemat energi, tapi nyatanya Pemerintah tidak melakukannya," kuncinya.


















































