Teror Sasar Pengkritik Pemerintah Makin Santer, Sejarawan JJ Rizal: Ini Identitas yang Diadopsi dari Kolonial Belanda

8 hours ago 4
Sejarawan JJ Rizal

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Sejumlah teror menyasar pengkritik pemerintah. Sejarawan JJ Rizal menyebut hal tersebut bukan barang baru.

Menurutnya, teror di Hindia Belanda sudah lama. Diadopsi dari jaman Kolonial.

“Politik teror itu bukan baru, ini identitas yang diadopsi dari kolonial Belanda,” kata JJ Rizal dikutip dari unggahannya di X, Rabu (1/4/2026).

Hal tersebut berlanjut di era kolonial Jepang. Terus lestari hingga era Soeharto.

“Lalu fasis kolonial Jepang oleh pemerintah orde baru karena dianggap Soeharto rezim teladan,” ucapnya.

Kini, menurutnya fasis sudah jadi norma. Bahkan jadi budaya institusi.

“Norma fasis ini pun jadi budaya institusi di semua jaringan kekuasaannya, juga kekuasaan setelahnya yang ogah lepasin,” pungkasnya.

Gelombang Teror

Gelombang teror terhadap kelompok kritis kembali mencuat di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Insiden ini memicu kekhawatiran publik terhadap ruang demokrasi.

Sejumlah aktivis, jurnalis, hingga akademisi dilaporkan mengalami intimidasi. Bentuknya beragam, mulai dari ancaman hingga serangan fisik.

Kasus terbaru memperlihatkan eskalasi yang lebih serius. Teror tidak lagi sekadar verbal, tetapi menyasar keselamatan korban.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap pembela HAM. Polanya dinilai berulang dan belum sepenuhnya terungkap.

Lembaga masyarakat sipil menilai situasi ini sebagai alarm bahaya. Negara dianggap belum hadir secara maksimal melindungi warga kritis.

Beberapa korban sebelumnya juga mengaku mengalami penguntitan. Bahkan ada yang menerima ancaman melalui media digital.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |