Kagama Cirebon Tegaskan Netralitas dan Dorong Penyelesaian Polemik Ijazah Jokowi Lewat Jalur Hukum

7 hours ago 4
Rismon dan Heru Subagia

FAJAR.CO.ID - Ketua Kagama Cirebon, Heru Subagia, menegaskan sikap independen organisasinya dalam polemik dugaan ijazah Presiden Jokowi dan menegaskan pentingnya penyelesaian masalah tersebut melalui jalur hukum hingga ke pengadilan.

Heru menjelaskan bahwa dirinya memilih untuk tidak melakukan kunjungan silaturahmi Lebaran ke Solo pada tahun 2026 meskipun jaraknya tidak jauh dari tempat tinggalnya di Magelang. Keputusan ini diambil sebagai bentuk menjaga objektivitas dan netralitas dalam situasi yang tengah memanas terkait polemik ijazah Presiden Jokowi.

"Alasannya, saya adalah entitas independen yang saat ini melibatkan diri dari polemik ijazah pak Jokowi," katanya kepada fajar.co.id, Minggu (29/3/2026).

Lebih lanjut, Heru menegaskan bahwa dirinya dan Kagama Cirebon tidak memiliki keterkaitan politik atau afiliasi dengan Presiden Jokowi.

"Tentunya saya tegaskan kita bukan bagian dari relawan ataupun saya politik, organisasi, atau yang terafiliasi terhadap Pak Jokowi," bebernya.

Kunjungan Sebelumnya dan Upaya Mediasi

Heru juga menyinggung dua kunjungan Kagama Cirebon sebelumnya ke Solo yang dilakukan sebagai inisiatif independen tanpa adanya kepentingan tertentu.

"Ini penting saya sebutkan bahwa ketika kita menggeruduk hingga bersilaturahmi dengan pak Jokowi sampai dua kali betul-betul berinisiasi secara independen dan tidak ada satupun sumbangan atau kepentingan apapun," jelasnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya Kagama Cirebon untuk menjadi mediator dan penengah dalam polemik yang berkembang.

"Kita tegaskan juga apa yang kita lakukan berkaitan dengan yang dituduhkan ijazah palsu (Jokowi) dan yang menuduh ijazah palsu," tambahnya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |