Prabowo Marah Disebut Suka Jalan-jalan ke Luar Negeri, Guntur Romli: Presiden Gagal Menarik Investasi Asing

12 hours ago 7
Prabowo Subianto. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang menyebut dirinya terlalu sering melakukan kunjungan ke luar negeri.

Ia menegaskan perjalanan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya pemerintah mengamankan kepentingan strategis nasional, termasuk pasokan energi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo di hadapan para menteri. Ia menyebut langkah diplomasi langsung diperlukan untuk memastikan kebutuhan dalam negeri tetap terjaga.

"Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, seneng jalan-jalan ke luar negeri," ujar Prabowo dikutip fajar.co.id, Kamis (9/4/2026).

Prabowo menegaskan kunjungan tersebut berkaitan dengan upaya mengamankan kebutuhan minyak.

"Saudara-saudara, untuk amankan minyak, ya gue harus ke mana-mana," ucapnya.

Ia juga menyinggung salah satu kunjungan yang baru saja dilakukan bersama jajaran kabinet.

"(Di hadapan Menteri-meterinya) Kita ke Jepang kemarin ya," tegasnya.

Guntur Romli Singgung Tujuan Kunjungan

Menanggapi pernyataan tersebut, kader PDIP, Mohamad Guntur Romli, memberikan respons menohok.

Ia menilai alasan kunjungan luar negeri untuk menjaga pasokan minyak perlu dilihat dalam konteks tujuan negara yang dikunjungi.

"Sebenarnya saya ingin mengomentari terkait tujuan ke luar negeri untuk menjaga pasokan minyak tapi kunjungannya ke Jepang dan Korea Selatan," ucap Guntur.

Namun, ia menyebut fokus utamanya bukan pada tujuan perjalanan, melainkan pada dampak investasi dari kunjungan tersebut.

"Tapi ini tema yang lain. Saya hanya ingin mempertegas kembali bahwa masifnya kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri pada tahun 2025 tapi bisa disebut gagal menarik investasi asing ke Indonesia," tukasnya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |