Prof Andi M Syakir: Butuh Banyak Saudagar Kuat untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

11 hours ago 6
Ketua Harian Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Prof Andi M Syakir

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Ketua Harian Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Prof Andi M Syakir, menegaskan bahwa memperbanyak jumlah dan kualitas sudagar (pengusaha) merupakan kunci utama untuk mempercepat kemajuan ekonomi nasional.

Ia menekankan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan serius karena jumlah sudagar per kapita yang tergolong rendah dibandingkan negara maju, sehingga akselerasi ekonomi nasional menjadi lambat.

"Untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045, dibutuhkan lebih banyak penggerak ekonomi, yakni sudagar-sudagar yang kuat dan berdaya saing," katanya saat menyampaikan pidato dalam rangkaian Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) 2026.

Sudagar Beridealisme Kebangsaan dan Peran Generasi Muda

Prof Andi M Syakir menegaskan bahwa sudagar yang dibutuhkan bukan hanya kuat secara bisnis, tetapi juga memiliki idealisme kebangsaan. "Harus ada Merah Putih di dadanya, sehingga orientasinya bukan hanya keuntungan, tetapi juga kontribusi bagi bangsa," jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran generasi muda Bugis Makassar untuk melanjutkan semangat dan filosofi kesaudagaran. Generasi muda diharapkan memiliki daya saing tinggi dan mampu menjawab tantangan global ke depan.

KKSS Dorong Kemandirian Ekonomi dan Pendidikan

Dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, Prof Andi M Syakir mengingatkan pentingnya kemandirian ekonomi nasional. Ia mengapresiasi langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang mendorong kemandirian pangan sebagai bagian dari strategi ketahanan nasional.

"Saya bangga dengan peran Andi Amran Sulaiman, Ketua Umum KKSS, yang menggerakkan program swasembada pangan nasional melalui pendekatan ilmiah dan inovasi teknologi meskipun masih dalam tahap awal dengan fokus pada komoditas beras," bebernya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |