Masjid Al Ikhlas PIK2
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Langit PIK2 baru saja gelap ketika gema azan Magrib berkumandang. Di Masjid Al Ikhlas, langkah kaki jamaah terus berdatangan. Ramadan kali ini terasa berbeda, ini adalah Ramadan pertama sejak masjid tersebut diresmikan pada Januari 2026.
Karpet saf di ruang utama cepat terisi. Beberapa menit kemudian, pelataran depan dan plaza pun menjadi hamparan sajadah.
Ketua DKM Masjid Al Ikhlas PIK, Eka Agus Hermansyah, mengatakan lonjakan jamaah sudah diperkirakan.
“Jadi kalau di dalam itu sudah tidak muat, maka teras-teras yang di depan ini, lalu plaza yang pelataran, semuanya terpakai jemaah untuk pelaksanaan salat jamaah,” kata Eka.
Tarawih malam pertama dipimpin Ustadz Aqiyas dan Ustadz Khairil. Formatnya 8 rakaat ditambah 3 Witir.
“Insyaallah pelaksanaan Tarawih dilakukan rutin setiap malam, dengan imam dan penceramah yang sudah dijadwalkan hingga malam ke-30,” ujarnya.
Di sela ibadah, Ramadan di Masjid Al Ikhlas juga diisi takjil gratis, santunan anak yatim, Klinik Al-Qur’an, hingga itikaf tanpa pembatasan kuota.
“Untuk itikaf tidak kami batasi kuota. Siapapun dipersilakan hadir untuk beribadah di rumah Allah ini,” tutur Eka.
Bagi Siti (28), karyawan tenant kuliner di PIK2, masjid ini menjadi oase di tengah kesibukan kerja.
“Shift saya sampai malam, tapi sekarang bisa Tarawih tanpa harus naik kendaraan. Rasanya lebih tenang,” katanya.
Sementara itu, keluarga Hadi dari Tangerang yang sengaja berwisata kuliner ke PIK2 mengaku tak perlu khawatir melewatkan Tarawih.
“Biasanya kalau jalan-jalan malam Ramadan, kami pulang dulu baru Tarawih. Sekarang bisa langsung di sini,” ujarnya.
Ramadan pertama Masjid Al Ikhlas bukan sekadar tentang bangunan baru. Ia tentang ruang yang kini hidup, dipenuhi doa, langkah kaki, dan harapan. (*)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
















































