Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Harapan besar bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal menyulap siswa Indonesia menjadi "Einstein" baru tampaknya harus berbenturan dengan kenyataan pahit.
Alih-alih meroket, kemampuan akademik siswa SMP dan SMA justru dilaporkan anjlok, memicu gelombang kritik pedas yang menyasar langsung jajaran petinggi pendidikan.
Klaim optimis dari Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, yang menyebut MBG sebagai kunci "jago matematika dan bahasa Inggris", kini resmi menjadi bumerang. Hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) terbaru menunjukkan tren yang justru sebaliknya.
Data Berbicara: Matematika Cuma Skor 36!
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara blak-blakan mengungkap hasil sementara TKA jenjang SMP yang baru saja digelar pekan ini. Hasilnya ternyata setali tiga uang dengan rapor merah siswa SMA pada November 2025 lalu.
"Ternyata hasil TKA kita... hasilnya juga tidak jauh-jauh beda dengan yang tes SMA. Matematikanya akan segitu," ujar Mu’ti dalam acara pencanangan literasi nasional bersama UNICEF dan Gates Foundation di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Seberapa parah? Jika menilik angka TKA SMA 2025/2026, nilai rata-rata Matematika hanya menyentuh angka 36,10 dari skala 100. Sementara Bahasa Indonesia tertatih di angka 55,38. Data ini seolah mempertegas status "darurat pendidikan" yang sebelumnya juga terekam dalam hasil PISA 2022, di mana mayoritas siswa kita berada di bawah rata-rata negara maju (OECD).
Ironi "Makan Gratis" vs Daya Ingat Siswa
Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi klaim Stella Christie di Institut Teknologi Bandung pada Agustus 2025 lalu. Saat itu, sang Wamen yang merupakan pakar ilmu kognitif ini percaya diri bahwa MBG bisa menjadi pemicu motivasi dan pengasah daya ingat melalui metode belajar kreatif di meja makan.

















































