Tidak Sesuai Realita di Lapangan, Heru Subagia: Pidato Prabowo Lebih Didominasi Halusinasi

8 hours ago 10
Presiden Prabowo Subianto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik, Heru Subagia, blak-blakan mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai pidato yang menurutnya tidak selaras dengan kondisi di lapangan.

Ia mengatakan bahwa narasi yang disampaikan lebih banyak menggambarkan bayangan ideal dibanding realitas yang terjadi.

Heru menyebut sejumlah pernyataan Presiden memperlihatkan adanya paradoks antara teori yang disampaikan dengan kondisi faktual. Bahkan menurutnya pidato tersebut cenderung dipenuhi euforia.

"Saya bisa memahami Presiden kita ini sangat halu, lebih besar membayangkan kondisi Indonesia dalam perspektif pendekatan dirinya ketimbang harus menarik dalam sebuah realita," ujar Heru kepada fajar.co.id, Jumat (10/4/2026).

"Beberapa kejadian yang diutarakan Prabowo, mengalami sebuah kondisi paradoks ekstrem," tambahnya.

Narasi Indonesia Kaya Raya

Heru menyinggung pernyataan Prabowo mengenai kekayaan sumber daya alam Indonesia yang seharusnya digunakan untuk kemakmuran rakyat. Ia menilai realitasnya berbeda dengan teori tersebut.

"Ketika Prabowo mengatakan bahwa Indonesia kaya raya, dengan SDM ada di mana-mana, dan sesuai pasal 33 UUD 1945, semua kekayaan yang terkandung di dalamnya digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran masyarakat. Prabowo tahu secara teori dan termasuk juga pikiran pikiran halunya," tukasnya.

Lanjut dia, penguasaan sumber daya alam justru masih berada di tangan kelompok oligarki yang kemudian turut memengaruhi pengelolaan sumber daya manusia.

"Pada saatnya oligarki inilah yang mengendalikan SDM. Apa yang disebut Prabowo dengan negara hadir untuk mengambil alih SDM untuk kemakmuran rakyat, ini sebenarnya adalah cerminan tidak adanya sinkronisasi antara yang dipikirkan dengan kondisi realita," sesalnya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |