Direktur The National Maritimie Institute Beber Alasan Iran Tak Loloskan Kapal Pertamina, Bandingkan dengan Thailand dan Malaysia

12 hours ago 9
Direktur The National Maritime Institute, Siswanto Rusdi.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Direktur The National Maritime Institute Siswanto Rusdi menerka alasan Iran tak meloloskan dua kapal Pertamina di Selat Hormuz. Padahal negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia sudah lolos.

Dia menyinggung sebuah kapal Iran yang ditangkap oleh otoritas Indonesia. Sampai saat ini masih ditahan.

“Ingat nggak teman-teman, ada kapal Iran yang ditahan saat ini di Indonesia, Arman 114. Itu kapal ditangkap oleh Bakamla tahun lalu,” kata Siswanto dikutip dari YouTube Sindo News, Sebtu (28/3/2026).

Kapal tersebut, kata dia, dituding melakukan pencemaran lingkungan. Bahkan telah disita Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Kemudian dituduh melakukan pencemaran lingkungan. Akhirnya divonis kapal disita oleh Kejaksaan Agung, kapal mau dilelakg ada 2 juta kapal. Eh 2 juta barel minyak mentah di atas kapal itu,” ujarnya.

Saat itu, dia mengaku berkomunikasi dengan atase pertahanan Iran. Meminta Indonesia melepas kapal jelang dilelang.

“Tetapi sampai hari ini kapal itu masih di sini gitu loh. Soal lellangnya udah enggak jelas lagi gitu loh. Terus atase itu bilang kami akan balas pelakuan ini,” terangnya.

Dia meminta agar pemerintah transparan terkaiat negosiasi pemerintah RI dengan Iran. Terkait dua kapal Pertamina di Selat Hormuz.

“Itu yang menurut saya harus dibuka ke publik gituloh. Jangan misalnya, oke pemerintah nego dengan Pemerintah Iran gitu. Itu yang dinegokan apa, syarat-syarat nego itu kan kalau nego itu win-win,” imbuhnya.

“Nah soal kapal itu tidak terungkap seperti tidak terungkapnya apa yang menjadi kartu Indonesia untuk Iran gitu,” sambungnya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |