Trump Lecehkan MBS Sebut Pangeran Saudi Tak Menyangka Harus Menjilatnya, Analis Geopolitik: Pemimpin Arab Kehilangan Marwah

4 hours ago 4
Donald Trump

​FAJAR.CO.ID, MIAMI – Geopolitik global kembali memanas menyusul pernyataan kontroversial Presiden AS, Donald Trump, dalam sebuah forum ekonomi di Miami baru-baru ini.

Dengan gaya bicaranya yang tanpa filter, Trump melontarkan penghinaan telak yang diarahkan langsung kepada Pemimpin De Facto Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).

Sentimen Balas Dendam: "Dulu Menjauh, Sekarang Mengemis"

​Dalam pidatonya, Trump menyinggung sikap MBS yang sempat meremehkannya saat ia kalah dalam Pilpres 2020 dari Joe Biden. Kini, sekembalinya ke Gedung Putih, Trump seolah ingin menagih "pajak kesetiaan" dengan narasi yang merendahkan.

​"MBS tidak menyangka bahwa dia harus mencium pantat saya. Sekarang dia harus paham itu, maka dia harus baik-baik sama saya," ujar Trump di depan peserta forum.

​Trump menegaskan bahwa posisi MBS kini berada di bawah kendalinya. Ia menggambarkan pemimpin Saudi tersebut perlu "mengemis" kepadanya demi menjamin keamanan dan kelanggengan kekuasaannya di Timur Tengah.

Analisis Geopolitik: Pemimpin Arab di Mata AS

​Menanggapi penghinaan ini, analis geopolitik Tengku Zulkifli Usman memberikan catatan pedas. Menurutnya, pernyataan Trump bukan sekadar gertakan, melainkan cerminan bagaimana AS memandang para pemimpin Arab saat ini.

Poin-poin Analisis Tengku Zulkifli Usman:

  • Status "Boneka" yang Nyata: Meskipun negara-negara Teluk telah menyetorkan dana dalam jumlah fantastis ke AS, mereka tetap dipandang rendah. "Di mata AS, mereka tidak lebih dari sampah yang butuh perlindungan," ujar Tengku.
  • Mentalitas Penyembah Kekuasaan: Penghinaan ini dianggap sebagai konsekuensi logis dari para pemimpin yang lebih mementingkan nafsu kekuasaan daripada kedaulatan bangsa.
  • Krisis Identitas Dunia Islam: Wajah dunia Islam dinilai tercoreng oleh model kepemimpinan Arab saat ini yang tunduk pada tekanan Barat.

Perbandingan Kontras: Saudi vs Iran

​Dalam analisisnya, Tengku Zulkifli Usman juga menyoroti dikotomi kekuatan di Timur Tengah. Ia menilai ada perbedaan besar dalam hal harga diri politik antara blok Saudi dan pesaing regionalnya.

Arab Saudi dan sejumlah negara teluk dinilai lemah, bergantung pada proteksi AS, dan rentan terhadap penghinaan personal demi jabatan.

Sementara Iran dinilai masih memegang harga diri dan marwah dunia Islam dalam kancah geopolitik global melalui sikap oposisinya terhadap hegemoni AS.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |