Pegawai SPPG membersihkan sisa makanan MBG. Tampak makanan itu banyak yang mubazir.
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Ustaz Hilmi Firdausi atau Gus Hilmi, turut menanggapi polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menuai kritik publik.
Ia menegaskan mendukung program tersebut selama benar-benar ditujukan untuk perbaikan gizi anak-anak Indonesia.
MBG Perlu Perbaikan
Namun, menurutnya, pelaksanaan program harus diperbaiki agar tidak menimbulkan pemborosan dan salah sasaran.
“Saya mendukung MBG jika memang benar-benar untuk perbaikan gizi rakyat!," ujar Gus Hilmi kepada fajar.co.id, Jumat (13/2/2026).
Gus Hilmi mengusulkan agar mekanisme penyaluran dana MBG dilakukan langsung ke sekolah, seperti pola penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Dengan catatan, dananya disalurkan ke sekolah seperti mekanisme penyaluran dana BOS. Yang mengelola adalah pihak sekolah, orangtua, dan diawasi oleh auditor independen,” sebutnya.
Orangtua Lebih Paham Selera Anak
Ia menuturkan, pihak sekolah dan orang tua lebih memahami kebutuhan serta selera anak-anak, sehingga potensi makanan terbuang bisa diminimalisir.
“Prinsipnya adalah, orangtua dan sekolah yang paling tau kebutuhan dan selera anak-anak, hingga makanan tidak akan banyak mubazir,” jelasnya.
Gus Hilmi juga mengusulkan penyajian makanan dilakukan secara prasmanan agar tetap segar dan menggugah selera.
“Dilaksanakan secara prasmanan agar fresh dan menggugah selera makan. Dilakukan di dapur sekolah dan makanan dihidangkan di kantin sekolah,” imbuhnya.
Manfaatkan Fasilitas yang Ada
Jika sekolah belum memiliki dapur, ia menyarankan solusi sementara dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































