Jusuf Kalla Soroti Dampak Banjir Jakarta pada Ekonomi Rakyat Kecil, Minta Warga Jaga Kebersihan Saluran Air Secara Proaktif

13 hours ago 9
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Foto: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengingatkan warga Jakarta mengenai kerugian besar yang harus ditanggung masyarakat setiap kali banjir melanda ibu kota. Menurut mantan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004-2009 dan 2014-2019 ini, bencana banjir bukan sekadar masalah genangan air yang mengganggu aktivitas sehari-hari, melainkan pemicu lumpuhnya aktivitas ekonomi kecil yang sangat berdampak pada kesejahteraan warga, terutama masyarakat menengah ke bawah.

"Kalau banjir, rakyat yang paling rugi. Warung tutup, usaha kecil berhenti, lalu lintas macet berjam-jam, bahan bakar terbuang. Semua itu kerugian masyarakat," ujar JK usai meninjau kerja bakti massal "Jaga Jakarta Bersih" di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, dilansir Antara, Minggu, 8 Februari 2026. Pernyataan tegas ini menyoroti dampak ekonomi yang seringkali terabaikan dalam diskusi tentang penanganan banjir Jakarta.

JK menekankan bahwa peran Gubernur DKI Jakarta dalam mencegah banjir sebenarnya hanya bersifat manajerial atau koordinatif, sementara kunci keberhasilannya tetap berada di tangan kedisiplinan warga dalam menjaga lingkungan mereka sendiri. Tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, program-program pemerintah untuk mengatasi banjir tidak akan berjalan efektif, bahkan mungkin sia-sia.

Ia mendorong setiap pemilik rumah untuk proaktif memastikan saluran air di sekitar lingkungan mereka bebas dari sumbatan sampah. Langkah sederhana seperti membersihkan got di depan rumah secara rutin dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mencegah banjir di tingkat lokal, yang jika dilakukan secara massal akan berdampak besar pada pengurangan risiko banjir di seluruh Jakarta.

"Kota ini adalah kota kita bersama. Gubernur hanya memimpin, tapi yang bertanggung jawab menjaga kebersihan adalah kita semua," tegas Wapres ke-10 dan ke-12 RI tersebut dengan nada yang tegas namun penuh harapan. Pernyataan ini menegaskan prinsip gotong royong yang seharusnya menjadi landasan dalam mengatasi masalah banjir di Jakarta.

Selain memberikan imbauan dan arahan kepada warga Jakarta, JK juga memberikan dukungan konkret dalam bentuk bantuan peralatan kebersihan. Secara simbolis, ia menyerahkan bantuan berupa 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 1.000 gerobak dorong, dan 3.000 karung sampah kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Bantuan ini merupakan dukungan nyata dari PMI untuk memperkuat aksi kerja bakti massal di wilayah-wilayah rawan banjir yang tersebar di berbagai sudut Jakarta.

Bantuan peralatan dalam jumlah besar ini diharapkan dapat memfasilitasi kegiatan kerja bakti yang melibatkan ribuan warga Jakarta. Dengan tersedianya peralatan yang memadai, diharapkan kegiatan pembersihan saluran air dan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan efisien, sehingga mampu mengurangi risiko banjir secara signifikan, terutama di musim hujan yang masih berlangsung.

Acara kerja bakti massal "Jaga Jakarta Bersih" di Cipinang Melayu dihadiri oleh ratusan warga dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat, relawan PMI, dan aparat pemerintah setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya preventif terhadap banjir.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |