Kader Nasdem Demo Kantor Tempo: Protes Karikatur dan Isu Merger Partai Nasdem-Gerindra

4 hours ago 6
Ilustrasi kader NasDem aksi di depan gedung Tempo

FAJAR.CO.ID - Ratusan kader Partai NasDem dari berbagai wilayah, termasuk DKI Jakarta dan Jawa Timur, mengepung Gedung Tempo di Palmerah, Jakarta, pada Selasa (14/4/2026). Aksi massa ini dipicu oleh kemarahan kader atas laporan utama Majalah Tempo edisi 13-19 April 2026 yang mengangkat isu panas mengenai penggabungan (merger) Partai NasDem ke Partai Gerindra.

Laporan bertajuk "PT Nasdem Indonesia Raya Tbk" tersebut dianggap sebagai penghinaan terhadap martabat partai dan sosok Ketua Umum Surya Paloh, terutama melalui visualisasi sampul karikaturnya yang dinilai tendensius.

NasDem: "Kami Bukan Perseroan Terbatas!"

Di atas mobil komando, Ketua DPW NasDem Jakarta, Wibi Andrino, bersama sejumlah orator lainnya menegaskan bahwa NasDem adalah institusi politik yang berlandaskan ideologi, bukan perusahaan yang bisa digabungkan begitu saja.

Para kader menuntut tiga poin utama kepada pihak Tempo:

  1. Permintaan maaf terbuka secara luas kepada seluruh kader NasDem.
  2. Klarifikasi resmi terkait narasi merger yang dianggap menyesatkan.
  3. Komitmen untuk tetap menjaga etika jurnalistik tanpa merendahkan simbol partai.

Sebagai simbol protes atas matinya etika jurnalistik menurut versi mereka, massa sempat melakukan aksi tabur bunga di halaman kantor Majalah Tempo.

Respons Tempo: Siap Tempuh Jalur Dewan Pers

Menghadapi gelombang protes tersebut, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, memberikan penjelasan resmi. Ia menyatakan bahwa Tempo menghargai setiap aspirasi dan kritik yang disampaikan sebagai bagian dari kebebasan berekspresi di negara demokrasi.

Namun, Setri menegaskan bahwa laporan utama tersebut telah melewati proses verifikasi dan tahapan jurnalistik yang ketat sesuai kode etik. Terkait ketidakpuasan pihak NasDem, Tempo mendorong agar penyelesaian sengketa ini dibawa ke mekanisme Dewan Pers.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |