Kapal Pertamina Masih Tertahan, Kritik Pedas Jhon Sitorus Bandingkan Tanker RI dan Malaysia di Selat Hormuz

13 hours ago 6
Kapal Tanker milik Pertamina.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat media sosial, Jhon Sitorus, blak-blakan terkait situasi dua kapal tanker Indonesia yang masih sulit melintasi Selat Hormuz.

Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan sikap politik Indonesia terhadap konflik di Timur Tengah.

Diketahui, dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping memang sempat tertahan di kawasan Selat Hormuz akibat meningkatnya ketegangan konflik.

Pihak Pertamina menyatakan kapal dan awak dalam kondisi aman, namun belum ada kepastian untuk melintas karena situasi keamanan di wilayah tersebut.

Sikap Indonesia Dipertanyakan

Dikatakan Jhon, sikap politik Indonesia berpengaruh terhadap kebebasan kapal melintas di jalur strategis tersebut.

"Andai Indonesia berani mengutuk serangan AS-Israel ke Iran, rasanya kapal-kapal tanker kita akan bebas lalu lalang di selat Hormuz," ujar Jhon dikutip fajar.co.id, Minggu (29/3/2026).

Bandingkan dengan Malaysia

Ia kemudian membandingkan dengan Malaysia yang disebutnya memiliki sikap lebih tegas.

Jhon menegaskan, kapal tanker Malaysia disebut bisa melintas karena sikap politik negaranya jelas sejak awal.

"Buktinya tanker Malaysia bebas lewat selat Hormuz, karena sikap mereka dari awal jelas, mengecam serangan AS," tukasnya.

Pria yang aktif mengkritik pemerintah ini bilang, Malaysia tidak seperti Indonesia dalam menentukan sikap.

"Malaysia bukan pengecut," kuncinya.

Iran Beri Pengawalan untuk Negara Tertentu

Berbicara kepada stasiun televisi pemerintah Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup.

"Banyak pemilik kapal, atau negara pemilik kapal-kapal tersebut, telah menghubungi kami dan meminta agar kami memastikan keselamatan pelayaran mereka melalui selat," ujar Araghchi, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |