Kremlin Tegas Menolak Tuduhan Alexei Navalny Diracuni

9 hours ago 6
Pembangkang Rusia, Alexei Navalny - Efgeny Feldman/AP

FAJAR.CO.ID, MOSKOW -- Kremlin menolak tuduhan Eropa bahwa Alexei Navalny dibunuh dengan racun epibatidin, menyebut klaim tersebut bias dan tidak berdasar.

Kremlin pada hari Senin menolak tuduhan dari lima negara Eropa bahwa Rusia telah membunuh pembangkang Rusia, Alexei Navalny dua tahun lalu menggunakan racun yang berasal dari katak panah beracun.

Dalam pernyataan bersama, Inggris, Prancis, Jerman, Swedia, dan Belanda mengatakan analisis sampel dari tubuh Navalny telah secara meyakinkan mengkonfirmasi keberadaan epibatidin, racun yang ditemukan pada katak panah beracun di Amerika Selatan dan tidak ditemukan secara alami di Rusia.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan Moskow memandang tuduhan Eropa secara negatif dan menggambarkannya sebagai tidak berdasar.

"Tentu saja, kami tidak menerima tuduhan seperti itu. Kami tidak setuju dengan mereka. Kami menganggapnya bias dan tidak berdasar. Dan, pada kenyataannya, kami dengan tegas menolaknya," kata Peskov kepada wartawan.

Kremlin menegaskan bahwa klaim tersebut tidak didukung oleh bukti dan menyangkal keterlibatan negara mana pun.

Navalny meninggal pada Februari 2024 pada usia 47 tahun di koloni penjara Arktik. Otoritas Rusia, yang sebelumnya melarang gerakan Navalny sebagai ekstremis, menolak tuduhan dari jandanya, Yulia Navalnaya, bahwa negara bertanggung jawab atas kematiannya, dengan menyatakan bahwa ia meninggal karena sebab alami.

Perselisihan tersebut terus memperdalam ketegangan antara Rusia dan beberapa pemerintah Eropa mengenai keadaan seputar kematian Navalny.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |