Partai Garuda Minta Publik Abaikan Ucapan JK?

17 hours ago 12
Jusuf Kalla

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla, mengenai adanya indikasi krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, yang seringkali dikaitkan dengan kondisi ekonomi dan geopolitik global mendadak respons dari Partai Garuda.

Baru-baru ini, Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, menegaskan bahwa pernyataan JK, akronim namanya tokoh asal Sulsel itu, sebaiknya diabaikan.

"Abaikan saja ucapan JK, karena ucapan dan kenyataan tidak sama," ujar Teddy dikutip fajar.co.id, Minggu (29/3/2026).

Klaim Harga-harga di Pasaran Cenderung Stabil

Meskipun banyak pihak yang menyebut Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi, Teddy justru berpandangan lain.

"Saat ini di lapangan harga-harga stabil, keamanan kenyamanan stabil," tukasnya.

Bahkan, Teddy menuding JK terlalu melebih-lebihkan dengan menyebut bahwa saat ini sedang terjadi krisis kepercayaan buntut dari ekonomi yang anjlok.

"Mungkin Pak JK Kebanyakan nonton film horor," tudingnya.

Untuk diketahui, pernyataan Jk mengenai tekanan ekonomi yang dihadapi Indonesia bukan sekadar opini, melainkan mencerminkan sejumlah indikator yang mulai terlihat.

Mulai dari kepercayaan pelaku usaha hingga ruang fiskal yang kian terbatas.

Dalam wawancara yang dimuat Tempo pada 24 Maret 2026, Jusuf Kalla menyampaikan kondisi ekonomi nasional telah memasuki fase yang patut diwaspadai.

Ia menyinggung melemahnya kepercayaan dunia usaha serta semakin sempitnya kemampuan fiskal pemerintah dalam merespons tekanan ekonomi.

Alarm Sudah Disampaikan Sejak Awal Maret

Peringatan tersebut bukan pertama kali disampaikan. Dalam acara buka puasa bersama di Jakarta Selatan pada 6 Maret 2026, Jusuf Kalla lebih dulu mengingatkan potensi dampak konflik global terhadap ekonomi Indonesia.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |