Tak Cukup Sebut sebagai Aksi Teror, Benny Harman Minta Prabowo Bentuk TPF Independen di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie

6 hours ago 8
Andrie Yunus

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyebut aksi teror terhadap Wakil Koordinator KontraS Benny Harman sebagai bentuk teror. Namun pernyataan itu dianggap tak cukup.

Hal tersebut diungkapkan kadaer Partai Demokrat Benny Harman. Menanggapi pernyataan Prabowo saat berdiskusi dengan sejumlah jurnalis di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026).

“Presiden Prabowo dalam menjawab pertanyaan kritis Najwa Shihab menegaskan bahwa tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah bentuk terorisme,” kata Benny.

Bahkan, kata Benny, Prabowo pada kesempatan itu meminta Polri mengungkap tuntas dalangnya.

“Itu terorisme, kata Presiden. Karena itu Presiden memerintahkan Polri agar ungkap tuntas siapa yang menyuruh dan apa motifnya,” ujarnya.

Meski begitu, dia mendorong dibentuknya Tim Pencari Fakta (TPF) independen.

“Apakah itu cukup? Mungkin. Tapi sebaiknya Presiden bentuk Tim Pencari Fakta yang independen untuk menyelidiki dan mengungkap kasus tersebut secara obyektif,” imbuhnya.

Pembentukan TPF tersebut, diharapkan bisa membuka semua tabit yang ada. Tidak ada lagi ditutup-tutupi.

“Jangan ada yang ditutup-tutupi. Peristiwa ini sungguh telah merusak integritas pemerintah yang dari awal memiliki komitmen kuat untuk melindungi HAM termasuk hak atas kebebasan berpendapat,” ucapnya.

Benny menegaskan, agar kritik tak diganjar dengan otot. Mengingat kritik bagian dari demokrasi.

“Jangan lah membalas kritik dengan kekerasan, dengan otot. Itu bukan cara bangsa kita. Bukan kah kritik kekuasaan itu adalah oksigen murni dalam demokrasi?” pungkasnya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |