Jakarta – Kritik terhadap pelaksanaan program yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di ruang publik. Sorotan kali ini datang dari Jubir PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli yang mempertanyakan kebijakan distribusi motor listrik di tengah program perbaikan gizi nasional.
Melalui unggahan di akun media sosialnya, Guntur Romli menilai terdapat ketidaksesuaian antara tujuan utama program dengan implementasi di lapangan. Ia mengkritik pembagian fasilitas berupa motor listrik kepada pihak tertentu, yang menurutnya tidak sejalan dengan prioritas peningkatan kualitas gizi masyarakat.
“Di tengah efisiensi, BGN justru membagi-bagikan motor listrik,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Sorotan pada Prioritas Program
Program yang digagas BGN pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi, khususnya bagi anak-anak dan siswa. Namun, Guntur menilai kebijakan pengadaan motor listrik berpotensi mengalihkan fokus dari misi utama tersebut.
Ia juga menyinggung laporan yang beredar di masyarakat terkait kualitas makanan yang disalurkan dalam program tersebut. Dalam unggahannya, ia menyebut adanya informasi mengenai makanan yang tidak layak konsumsi, meskipun hal tersebut belum terkonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.
Menurutnya, jika benar terjadi, persoalan kualitas makanan seharusnya menjadi perhatian utama dibandingkan pengadaan fasilitas pendukung seperti kendaraan operasional.
Kebijakan ini memicu perdebatan di masyarakat. Sebagian pihak menilai kendaraan operasional memang diperlukan untuk menunjang distribusi dan koordinasi program di lapangan. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan urgensi dan skala pengadaannya.


















































