Citra Amerika Serikat di Dunia Arab Makin Ambruk, Memperburuk Perpecahan di Negara-negara Arab

13 hours ago 4
Masyarakat muslim di Lebanon -- Hussein Malla/AP

FAJAR.CO.ID, ARAB SAUDI -- Pusat Penelitian dan Studi Kebijakan Arab merilis temuan Indeks Opini Arab (AOI) 2025 pada hari Kamis, berdasarkan wawancara tatap muka dengan 40.130 responden di 15 negara Arab. Survei terbesar yang pernah dilakukan di kawasan ini.

Hasilnya menggambarkan gambaran yang jelas, bahwa opini publik Arab tentang Palestina, Israel, dan Amerika Serikat telah mengkristal menjadi posisi yang tidak banyak berubah meskipun ada perjanjian normalisasi dan upaya diplomatik.

Dilakukan antara November 2024 dan Agustus 2025, edisi kesembilan AOI mensurvei warga di Aljazair, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Mauritania, Maroko, Palestina, Qatar, Arab Saudi, Sudan, Suriah, dan Tunisia, dengan margin kesalahan keseluruhan ±2–3%.

Normalisasi Menghadapi Penolakan Publik

Mayoritas besar warga Arab percaya bahwa perjuangan Palestina adalah perjuangan kolektif Arab.

Sebanyak 87% responden menentang pengakuan negara mereka terhadap Israel, sementara hanya 6% yang menyatakan dukungan, dan dari jumlah tersebut, setengahnya mensyaratkan pengakuan tersebut dengan pembentukan negara Palestina yang merdeka. Angka-angka ini menandai tingkat penentangan tertinggi sejak survei 2019/20.

Libya memimpin dengan 96% penentangan, diikuti oleh Yordania (95%), Mauritania (95%), dan Kuwait (94%). Yang perlu diperhatikan, di negara-negara yang telah menandatangani perjanjian normalisasi, penentangan publik justru meningkat daripada mereda.

Di Maroko, dukungan untuk mengakui Israel anjlok dari 20% pada tahun 2022/23 menjadi hanya 6%. Di Sudan, angka tersebut turun menjadi 7% setelah berfluktuasi antara 13 dan 23% dalam survei sebelumnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |