Konflik di Halmahera terekam video amatir.
FAJAR.CO.ID, HALMAHERA TENGAH -- Narasi yang menyebut terjadi perang antaragama antara kelompok Muslim dan Kristen di Halmahera Tengah, Maluku Utara, ramai beredar di media sosial.
Video dengan klaim tersebut memicu kekhawatiran publik karena menggambarkan konflik bernuansa SARA.
Menanggapi hal itu, kepolisian bersama pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi.
Aparat menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi bukan konflik agama, melainkan persoalan antarwarga yang dipicu informasi yang belum terverifikasi.
Kapolda Tegaskan Bukan Konflik SARA
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono menyampaikan bahwa insiden di lapangan tidak berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan.
Ia menyebut narasi konflik agama yang beredar merupakan informasi yang tidak sesuai fakta.
"Kami tegaskan bahwa ini bukan konflik SARA. Ada indikasi kejadian ini dipengaruhi oleh provokasi dan penyebaran informasi yang belum tentu benar," terang Irjen Pol Waris Agono di Ternate, Senin, seperti dikutip fajar.co.id dari Antara.
Ia juga menekankan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti keterlibatan kelompok agama tertentu dalam peristiwa tersebut.
"Kami tegaskan, belum ada petunjuk yang mengarah ke sana," tandasnya.
Dipicu Penemuan Jasad Warga
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula dari ditemukannya jasad seorang warga Desa Banemo di area kebun wilayah Desa Sibenpopo pada Jumat (3/4/2026) pagi.
Penemuan itu kemudian memicu ketegangan hingga berujung aksi saling serang antarwarga.
Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M. Napiun menyebut peristiwa tersebut merupakan konflik antarwarga yang masuk ranah pidana.


















































