Ilustrasi Sekolah Garuda (Instagram resmi Sekolah Garuda)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Salah satu program untuk memajukan dunia pendidikan Indonesia, diimplementasikan lewat Sekolah Garuda
Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto sekaligus upaya transformasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.
Nantinya, program sekolah ini merupakan sekolah dengan konsep asrama untuk para siswa.
Dengan keunggulan memperluas peluang bagi anak-anak Indonesia meraih prestasi terbaik.
Apalagi, yang memiliki keinginan untuk menembus kampus-kampus terbaik dunia dan bersaing di kancah global.
Anggaran yang Digunakan
Pemerintah melalui APBN mengalokasikan Rp2 triliun atau setara 0,27% dari total Anggaran Pendidikan 2025 untuk program Sekolah Garuda.
Separuh dari total anggaran atau Rp1 triliun dialokasikan sebagai dana abadi sekolah unggul untuk menjamin kesinambungan program.
“Secara garis besar, hampir 50 persen dari Rp2 triliun itu untuk memupuk dana abadi. Kenapa perlu dana abadi? Agar sekolah ini terus ada keberlanjutan,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie dikutip Selasa (10/2).
Human Capital Index menunjukkan rata-rata siswa Indonesia baru memanfaatkan 54% dari potensi utuh mereka.
Karena alasan ini juga, Pemerintah kemudian menghadirkan Sekolah Garuda penting untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi memperkenalkan Sekolah Garuda pada 8 Oktober 2025.
Dengan ada total 16 titik peluncuran, 12 di antaranya merupakan Sekolah Garuda Transformasi, sementara empat lainnya adalah Sekolah Garuda Baru yang ditargetkan mulai beroperasi di tahun ajaran 2026/2027.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































