Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tragedi meninggalnya seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga bunuh diri karena keterbatasan ekonomi kembali menyita perhatian publik. Peristiwa tersebut turut menjadi sorotan pemerintah pusat, termasuk Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa kasus ini akan menjadi perhatian khusus bagi Kementerian Sosial (Kemensos) bersama pemerintah daerah setempat.
“Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, tentu bersama pemerintah daerah,” ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2).
Perkuat Pendampingan dan Pendataan
Menurut Gus Ipul, tragedi ini menjadi pengingat pentingnya memperkuat pendampingan sosial dan pendataan masyarakat agar tidak ada warga yang luput dari perlindungan negara.
“Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita. Kita harapkan tidak ada yang tidak terdata,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa data yang akurat menjadi kunci agar kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan bantuan, perlindungan, maupun pemberdayaan.
“Saya kira kembali kepada data, bagaimana data ini kita perbaiki sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga yang memang memerlukan perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan,” jelas Gus Ipul.
Kronologi Singkat Kejadian
Peristiwa tragis tersebut diketahui bermula dari permintaan sederhana korban kepada orang tuanya. Sehari sebelum kejadian, siswa berinisial YBS yang menginap di rumah ibunya sempat meminta dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
















































