Purbaya Yudhi Sadewa
FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa disorot. Imbas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Februari 2026 yang mengalami defisit Rp135,7 triliun.
“Defisit 135 Triliun bulan Februari 2026, sedangkan 2025 hanya 30,7 Triliun (naik 342,4%,” tulis Pegiat Media Sosial Jhon Sitorus, dikutip Senin (9/3/2026).
Menurut Jhon, itu mencerminkan Purbaya gagal menyenangkan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, menurutnya, Purbaya telahh membuat rakyat menjerit.
“Purbaya gagal menyenangkan Presiden Prabowo, tapi berhasil membuat rakyat menjerit,” terangnya.
Dia berharap, pada Maret 2026, defisit lebih rendah. Mengingat minyak dunia makin tinggi.
“Semoga saja bulan Maret defisitnya lebih rendah, harga minyak dunia sudah mulai naik,” ujarnya.
APBN Februari 2026
Purbaya sebelumnya mengumumkan APBN hingga akhir Februari 2026 mengalami defisit sebesar Rp135,7 triliun.
Nilai tersebut setara dengan 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang artinya masih dalam kategori aman.
Untuk diketahui, defisit terjadi karena realisasi pendapatan negara lebih rendah dibandingkan dengan total belanja pemerintah.
Purbaya menyebut hingga 28 Februari 2026, pendapatan negara tercatat sebesar Rp 358 triliun, sedangkan belanja negara mencapai Rp 493,8 triliun.
Meski demikian, Purbaya menilai kinerja penerimaan negara masih menunjukkan tren positif, terutama dari sektor perpajakan.
“Pengumpulan pajak di dua bulan pertama 2026 ini tumbuh 30 persen. Kita akan pastikan itu akan stabil terus ke depan,” ujar Purbaya di Jakarta, dikutip Minggu (8/3).
















































