Tak Cuma Mundur, Dirut KAI Diminta Gugat Taksi: Ini Alasannya

7 hours ago 20
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mendampingi Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kritikus pendidikan dan transportasi, Darmaningtyas, ikut menanggapi desakan DPR agar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia mundur, menyusul rangkaian kecelakaan yang terjadi dalam waktu berdekatan, termasuk insiden di Bekasi.

Ia menyikapi bahwa peristiwa tersebut bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari rangkaian insiden yang terjadi dalam kurun waktu singkat.

Singgung Insiden Beruntun

Darmaningtyas mengaitkan kecelakaan terbaru dengan peristiwa sebelumnya yang juga melibatkan kereta api.

“Kalau saya lihat kinerja Dirut PT KAI, tidak hanya dari tabrakan 27 April lalu saja, tapi juga 6 April ada KA jarak jauh terguling di Bumiayu," ujar Darmaningtyas dikutip fajar.co.id, Kamis (30/4/2026).

Dikatakan Darmaningtyas, kejadian berulang dalam sektor transportasi biasanya mengindikasikan adanya persoalan pada tingkat manajemen.

Ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan kerap menjadi refleksi dari sistem pengelolaan yang berjalan di internal perusahaan.

“Dalam transportasi apapun, kala ada laka beruntun, pasti manajemennya ada yang tidak beres," Darmaningtyas menuturkan.

“Yang terjadi di lapangan itu hanya cermin dari yang ada di manajemen," tambahnya.

Usul Ganti Rugi

Selain itu, Darmaningtyas juga mendorong langkah hukum terkait insiden yang melibatkan kendaraan lain.

“Ya makanya saya sampaikan agar PT KAI menuntut ganti rugi ke perusahaan taxi (yang memungkinkan), sebab kalo ke Pemerintrah yang mengeluarkan izin taxi tersebut pasti tidak brani," jelasnya.

Ia turut menyinggung keberadaan taksi yang disebutnya sebagai bagian dari kebijakan liberalisasi sektor transportasi.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |