THR Lebaran 2026 untuk Pensiunan PNS, TNI, Polri Dipercepat 3 Minggu Sebelum Idulfitri, Begini Rincian dan Prosedurnya

3 hours ago 2
Ilustrasi Gaji

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tak hanya untuk pegawai aktif, pemerintah juga memastikan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 1447 H bagi pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, dan Polri yang akan dilakukan lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran, sekaligus memberikan kepastian finansial bagi para pensiunan yang selama ini mengabdi kepada negara.

THR bagi pensiunan PNS, TNI dan Polri diperkirakan cair paling cepat tiga minggu sebelum Lebaran dan paling lambat 10 hari sebelum Idulfitri. Percepatan pencairan ini merupakan kabar gembira bagi jutaan pensiunan yang selama ini harus menunggu hingga menjelang hari H untuk menerima THR mereka.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi pencairan akan dilangsungkan lebih cepat tiga minggu sebelum Lebaran sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2024. Meski demikian, tanggal pastinya dapat menyesuaikan dengan keputusan resmi pemerintah dan penetapan awal bulan Ramadan.

Konfirmasi dari Menko Airlangga ini penting untuk memberikan kepastian kepada para pensiunan. Selama ini, ada kekhawatiran bahwa pencairan THR pensiunan akan terlambat atau tidak sejalan dengan pencairan THR pegawai aktif. Dengan pernyataan resmi ini, pensiunan dapat merencanakan keuangan mereka dengan lebih baik menjelang Lebaran.

Adapun besaran THR, nominalnya mengacu pada akumulasi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta penghasilan tambahan lainnya. Angka pastinya menyesuaikan dengan pangkat dan golongan masing-masing — artinya pensiunan dengan golongan lebih tinggi akan menerima THR yang lebih besar pula.

Menteri Keuangan Purbaya mengatakan telah menyiapkan anggaran THR senilai Rp 55 triliun pada 2026 untuk para aparatur sipil negara (ASN) termasuk PNS hingga TNI dan Polri pada awal Ramadan. Hal itu ia sampaikan seusai Indonesia Economic Outlook yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Namun, Purbaya belum bisa memastikan tanggalnya. "Udah pasti nanti. Tapi saya nggak tau tanggal pastinya yang jelas. Di awal-awal puasa kita harapkan udah bisa kita salurkan," ujarnya.

Pernyataan Menkeu ini mengisyaratkan bahwa pemerintah sedang melakukan koordinasi intensif untuk memastikan pencairan dapat dilakukan secepat mungkin setelah penetapan awal Ramadan. Mengingat bahwa penetapan awal Ramadan ditentukan melalui sidang isbat, maka jadwal pasti pencairan THR memang harus menunggu kepastian tersebut.

Tak hanya tanggal, jumlah THR yang akan diterima setiap pegawai juga belum diketahui secara pasti. Namun yang jelas, anggaran tahun ini lebih besar jumlahnya sebesar Rp 55 triliun bila dibandingkan anggaran THR tahun lalu Rp 49,9 triliun — peningkatan sekitar Rp 5,1 triliun atau naik sekitar 10 persen.

Pada 2025, THR yang diberikan pemerintah itu ditargetkan bagi 9,4 juta Aparatur Negara, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Hakim, prajurit TNI-Polri, serta para pensiunan. Angka 9,4 juta ini menunjukkan betapa besarnya dampak ekonomi dari pencairan THR — tidak hanya bagi para penerima langsung, tetapi juga bagi sektor riil yang akan merasakan lonjakan konsumsi menjelang Lebaran.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |