Peluncur Roket 600mm dengan Kemampuan Nuklir Korea Utara -- KCNA
FAJAR.CO.ID, PYONGYANG - Dalam sebuah upacara militer yang digelar di Pyongyang, Korea Utara, Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un secara langsung mengemudikan peluncur roket multi-laras berukuran 600mm yang diklaim memiliki kemampuan nuklir. Aksi ini sekaligus menjadi simbol kekuatan absolut dan persiapan menjelang Kongres Partai Kesembilan yang akan digelar bulan ini.
Rekaman yang dirilis media pemerintah menunjukkan sekitar 50 kendaraan peluncur roket berukuran besar berbaris rapi dalam formasi tujuh baris membentuk persegi, masing-masing membawa lima tabung roket. Kim Jong Un tampak mengenakan jaket hitam, turun dari kendaraan peluncur, dan tersenyum lebar saat duduk di belakang kemudi, disambut oleh ribuan warga yang melambaikan bendera kecil Korea Utara.
Senjata Canggih dengan Teknologi Kecerdasan Buatan
Menurut laporan kantor berita KCNA, Kim menegaskan bahwa roket 600mm ini memiliki ukuran dua kali lipat dibandingkan sistem peluncur roket ganda pada umumnya dan setara dengan rudal balistik jarak pendek. Lebih lanjut, dia menekankan bahwa penggunaan kecerdasan buatan dalam sistem panduannya menempatkan senjata ini dalam kelas tersendiri.
"Tidak ada negara lain yang memiliki sistem senjata seperti ini," kata Kim, yang menegaskan bahwa teknologi ini telah mengubah peran dan konsepsi artileri dalam peperangan modern.
Persiapan Kongres Partai dan Peningkatan Kemampuan Pertahanan
Kim Jong Un juga mengisyaratkan bahwa pameran militer ini baru permulaan dan kemungkinan akan ada lebih banyak perangkat keras militer yang diperlihatkan dalam beberapa hari mendatang. Dia menyerukan kepada para pengembang senjata dan perakit amunisi untuk bekerja lebih keras demi melaksanakan rencana strategis partai dalam memperkuat pertahanan mandiri Korea Utara.
"Kongres Kesembilan Partai kita akan memperjelas rencana dan tujuan tahap selanjutnya untuk memperkuat kemampuan pertahanan mandiri," jelas Kim saat meninjau persenjataan di depan Gedung Kebudayaan 25 April di Pyongyang.
Dampak dan Ancaman Regional
Korea Utara diketahui memiliki beragam kendaraan pengiriman nuklir, mulai dari rudal balistik antarbenua yang mampu menyerang Amerika Serikat hingga senjata jarak pendek yang menargetkan kawasan Semenanjung Korea dan Pasifik Barat. Selain itu, negara ini juga memiliki ribuan artileri konvensional yang dapat menimbulkan kerusakan besar di Korea Selatan.
Laporan think tank RAND Corp. menyebutkan bahwa hampir 6.000 sistem artileri Korea Utara berada dalam jangkauan pusat-pusat populasi utama Korea Selatan dan jika digunakan untuk menyerang sasaran sipil, dapat menewaskan lebih dari 10.000 orang hanya dalam satu jam. Pengamat internasional memperkirakan Korea Utara memiliki sekitar 50 hulu ledak nuklir dengan bahan fisil untuk membuat 30 hingga 40 hulu ledak tambahan.
Kendati demikian, upacara militer ini juga menjadi bagian dari propaganda negara untuk meningkatkan reputasi Kim Jong Un di dalam negeri dan mengirimkan pesan ancaman kepada musuh-musuh yang dianggapnya. (fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































