BKPRMI Tekankan Pentingnya Konteks Informasi untuk Cegah Kesalahpahaman di Media Sosial

13 hours ago 8
Ilustrasi keriuhan di medsos. (IST)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pengurus Pusat BKPRMI menyoroti pentingnya menjaga konteks informasi di ruang digital setelah potongan pernyataan Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali viral di media sosial.

BKPRMI mengingatkan bahwa informasi lama yang muncul kembali tanpa konteks yang jelas bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Fenomena Informasi Daur Ulang di Era Digital

BKPRMI mencermati bahwa perkembangan teknologi informasi dan algoritma media sosial memungkinkan sebuah pernyataan lama muncul kembali dengan kemasan baru.

Dalam situasi tertentu, pernyataan yang sebenarnya bagian dari diskursus masa lalu dapat disalahartikan sebagai informasi terbaru jika tidak disertai penjelasan konteks waktu, latar belakang pembahasan, maupun tujuan awal penyampaian.

Fenomena ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi. Kecepatan arus informasi yang melampaui proses verifikasi kerap membuat publik merespons berdasarkan potongan narasi yang tidak utuh.

Ajakan BKPRMI untuk Masyarakat dan Pengguna Media Sosial

BKPRMI mengajak masyarakat untuk melakukan tabayyun digital dengan memeriksa sumber, waktu pernyataan, dan konteks informasi sebelum membentuk opini atau menyebarkannya kembali.

Mereka juga mendorong semua pihak agar mengedepankan etika komunikasi publik yang menyejukkan dan tidak memperkeruh suasana sosial. Pentingnya literasi digital diingatkan sebagai tanggung jawab kolektif dalam menjaga persatuan dan kualitas demokrasi bangsa.

"Kami mengimbau para pengguna media sosial untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman akibat hilangnya konteks informasi," kata Ketua Umum BKPRMI Nanang Mubarok, melalui keterangannya kepada fajar.co.id, Kamis (26/2/2026).

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |