Guru Besar Ekonomi Politik Minta Purbaya Lakukan Langkah Super Action: Peraung Dunia Sudah di Depan Mata, Berdoalah

9 hours ago 3
Purbaya Yudhi Sadewa

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Guru Besar Ekonomi Politik Universitas Nasional, Yuddy Chrisnandi mengemukakan pendapatnya. Terkait harga minyak dunia yang terus melambung.

“Harga minyak dunia melambung tinggi, RI net importir jutaan barel minyak,” kata Yuddy dikutip dari unggahannya di X, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia itu akan berpengaruh pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). APBN bisa jebol.

Berangkat dari hal itu, dia meminta dilakukannya langkah super dari pemerintah. Terutama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

“APBN bisa jebol, defisit dana pembangunan. Perlu langkah super action dari Menkeu, butuh kebijakan disiplin Fiscal yang ketat,” ujarnya.

Itu menurutnya krusial, jika tidak ekonomi Indonesia akan terpuruk. Diperparah lagi, Yuddy memprediksi potensi perang dunia.

“Jika tidak ekonomi akan terpuruk. Perang Dunia sudah di depan mata. Berdoalah,” pungkasnya.

Jurus Purbaya

Purbaya menyebut akan memberi waktu satu bulan untuk evaluasi potensi penyesuaian APBN. Menanggapi harga minyak dunia yang melonjak.

“Saya akan evaluasi selama satu bulan ke depan apa yang terjadi dan kami akan lakukan penyesuaian seperlunya,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.

Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |