Hendri Satrio Sebut Ada “Pembusukan” di Lingkaran Dalam Prabowo, Presiden Dinilai Terlalu Sering Pasang Badan Atasi Polemik

12 hours ago 6
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah menghadapi persoalan serius dalam pola komunikasi internal. Sorotan itu mencuat setelah Prabowo sebelumnya memperingatkan para pembantunya agar tidak menyajikan laporan “akal-akalan” atau data manipulatif yang hanya bertujuan menyenangkan atasan.

Bagi Hendri Satrio, peringatan tersebut justru membuka persoalan yang lebih dalam. Ia menilai pernyataan Presiden Prabowo menjadi sinyal bahwa ada masalah serius di lingkaran dalam pemerintahan, yakni praktik penyajian laporan yang tidak akurat dan berpotensi menyesatkan pengambilan keputusan di level tertinggi.

Menurut Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu, kondisi tersebut menunjukkan adanya “pembusukan” dari dalam tubuh pemerintahan sendiri. Ia menilai bawahan yang seharusnya membantu presiden justru berpotensi membebani kepala negara dengan data yang tidak utuh, bahkan manipulatif, sehingga Prabowo kerap harus turun langsung merespons polemik yang seharusnya bisa diselesaikan para pejabat teknis.

“Presiden sendiri sudah memperingatkan soal laporan akal-akalan ini, tapi kenyataannya peringatan itu justru membuktikan bahwa pembusukan sudah merajalela di lingkaran dalam. Para bawahan seharusnya membantu presiden, bukan malah membebani dengan data palsu yang akhirnya membuat presiden harus membersihkan sendiri,” ujar Hendri Satrio.

Pernyataan itu sekaligus mempertegas kritik Hensa—sapaan akrab Hendri Satrio—terhadap pola komunikasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya sedang berada dalam situasi “darurat komunikasi”. Dalam pandangannya, terlalu banyak persoalan publik yang akhirnya bermuara pada sosok presiden, baik untuk klarifikasi, penjelasan, maupun meredam polemik.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |