surat yang ditujukan kepada ibu siswa SD di NTT
Disclaimer: Bijaksanalah dalam membaca konten ini! Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda yang merasakan gejala depresi sehingga ada dorongan untuk mengakhiri hidup, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. Anda dapat menghubungi layanan konseling terdekat di Kota/Kabupaten Anda.
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kasus tragis yang dilakukan salah seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyita perhatian publik sekaligus membuat suasana hati menjadi pilu.
Betapa tidak, hanya karena ketidakberdayaan orang tuanya untuk membelikannya buku dan pena atau pulpen, bocah malang tersebut harus berakhir tragis. Bisa jadi, siswa tersebut juga tertekan karena tidak memiliki buku dan pena sementara teman sekelasnya memiliki. Padahal, harganya mungkin hanya belasan ribu rupiah.
Atas insiden yang memilukan itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) turun tangan dan melakukan penyelidikan atas insiden tragis tersebut.
"Nanti coba kita selidiki ya. Saya belum tahu informasinya," kata Mendikdasmen, Abdul Mu'ti menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Selasa (3/2/2026).
Mu'ti mengaku belum mendapat informasi lebih detail dan jelas mengenai peristiwa tersebut. "Saya belum tahu, nanti kita selidiki lagi ya penyebabnya apa dan sebagainya," kata dia singkat.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:













































