Iran Umumkan Masa Berkabung 40 Hari dan Balasan Militer

14 hours ago 5
Bendera Iran dan rudal yang ditembakkan.

FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan rudal yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi (28/2) di ibu kota Teheran, membawa dampak besar bagi Republik Islam Iran.

Serangan ini menewaskan Khamenei di tempat kerjanya dan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa di kalangan rakyat sipil.

Pengalihan Tugas Pemimpin Tertinggi dan Reaksi Pemerintah Iran

Dalam masa kekosongan jabatan Pemimpin Tertinggi, Presiden Iran, ketua pengadilan, dan seorang anggota Dewan Wali akan menjalankan tugas tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh kantor berita IRNA mengutip Wakil Presiden Mokhber.

Lebih lanjut, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan menetapkan libur kerja selama satu minggu sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Khamenei.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Angkatan Darat Iran juga bersumpah akan membalas kematian sang pemimpin tertinggi melalui serangan militer balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Latar Belakang dan Jejak Perjuangan Ali Khamenei

Ali Khamenei lahir di kota suci Mashhad pada 19 April 1939, sebagai putra kedua dari Sayyed Javad Khamenei, seorang ulama sederhana yang mengajarkan nilai hidup rendah hati kepada keluarganya. Sejak kecil, Khamenei menempuh pendidikan di maktab dan sekolah Islam, kemudian melanjutkan ke seminari teologi di Mashhad untuk mendalami logika, filsafat, dan yurisprudensi Islam.

Khamenei muda terinspirasi oleh pidato-pidato berapi-api ulama Nawwab Safavi yang menentang kebijakan rezim Shah yang dianggap anti-Islam dan pro-Barat. Pada 1962, ia bergabung dengan barisan revolusioner Imam Khomeini yang berjuang menentang rezim Shah selama 16 tahun hingga akhirnya rezim tersebut jatuh. (Erfyansyah/Fajar)

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |