Kader PDIP Heran Soal Polemik Siaga 1 TNI, Pernyataan Internal Membingungkan Publik

7 hours ago 3
Ilustrasi TNI. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) , Mohamad Guntur Romli, mendadak menyinggung polemik pernyataan terkait status siaga satu di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Isu tersebut mencuat setelah adanya perintah Panglima TNI, Agus Subiyanto, yang meminta jajaran meningkatkan kesiapsiagaan menyusul perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Dikatakan Guntur, publik dibuat bingung karena muncul pernyataan yang saling bertolak belakang dari pejabat dalam institusi yang sama.

Pernyataan Internal Dinilai Saling Bertentangan

Guntur mengatakan adanya perbedaan pernyataan dari pejabat TNI mengenai status siaga tersebut.

“Soal TNI Siaga 1, KASAD membantаh. Tapi Kapuspen TNI membenarkan,” ujar Guntur dikutip fajar.co.id pada Selasa (10/3/2026).

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat karena berasal dari lembaga yang sama.

“Dari Institusi yang sama, di hari yang sama, saling bantah-membantah,” lanjutnya.

Publik Minta Tidak Dibingungkan

Lanjut Guntur, perbedaan pernyataan tersebut membuat publik mempertanyakan kejelasan informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Ia pun mempertanyakan mana pernyataan yang seharusnya dijadikan rujukan.

“Mana yang bisa dipercaya? Ada apa sih? Republik Tanpa Kepastian,” timpalnya.

Ingatkan Soal Kepercayaan Publik

Guntur Romli juga mengingatkan bahwa selama ini TNI dikenal sebagai salah satu institusi dengan tingkat kepercayaan publik yang tinggi.

Ia berharap polemik pernyataan tersebut tidak sampai merusak citra institusi di mata masyarakat.

“Padahal kalau di survei-survei, TNI paling teratas sebagai institusi yang paling dipercaya publik,” tandasnya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |