Kerja Sama Semikonduktor Indonesia-Malaysia Dorong Industri dan Rantai Pasok Global

13 hours ago 3
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin saat ditemui di sela-sela kunjungannya ke ANTARA Heritage Center di Jakarta, Selasa (3/3/2026). (ANTARA/Nabil Ihsan)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Malaysia tengah menjajaki kerja sama strategis dalam pengembangan industri semikonduktor generasi baru, dengan fokus pada penguatan rantai pasok dan pengembangan sumber daya manusia. Inisiatif ini muncul di tengah percepatan teknologi global dan kebutuhan untuk memperkuat posisi kedua negara dalam ekosistem semikonduktor.

Potensi Kolaborasi dan Keunggulan Komplementer

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, menyambut baik ajakan Indonesia untuk membina industri semikonduktor bersama. Menurutnya, Malaysia memiliki pengalaman industri yang panjang, sementara Indonesia unggul dalam penyediaan bahan baku semikonduktor.

"Tetapi, dialog atau pembicaraan antara kedua belah pihak harus dilakukan dulu untuk melihat potensi penuh dari kerja sama kita dalam industri semikonduktor," katanya dilansir Antara, Selasa (3/3).

Lebih lanjut, Dubes Hasrin menegaskan pentingnya kerja sama untuk memastikan kestabilan rantai pasok dalam membangun industri semikonduktor di era globalisasi 2.0.

Langkah Strategis Indonesia dan Tantangan Pasar

Pada Februari 2026, pemerintah Indonesia secara resmi mengajak Malaysia untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan generasi baru industri semikonduktor. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Malaysia masih lebih maju dalam industri semikonduktor, namun pasar teknologi chip generasi baru masih terbuka luas bagi kolaborasi kedua negara.

"Karena itu, Indonesia juga menantang Malaysia dalam pengembangan generasi baru semikonduktor yang didukung oleh komitmen Presiden RI untuk mendorong pengembangan teknologi tersebut," jelas Airlangga dalam acara Indonesia Economic Summit (IEC) 2026 di Jakarta pada 3 Februari.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |