Makna “Minal Aidin Wal Faizin” Ternyata Bukan Mohon Maaf Lahir dan Batin, Ini Penjelasannya

13 hours ago 9
Ilustrasi ucapan hari raya.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Selama puluhan tahun, masyarakat Indonesia kerap keliru memahami kalimat "Minal Aidin Wal Faizin" yang biasa diucapkan saat takbir Idulfitri.

Kalimat ini sering disamakan dengan "Mohon Maaf Lahir dan Batin," padahal maknanya jauh lebih dalam dan esensial.

Makna Etimologi "Minal Aidin Wal Faizin"

Secara linguistik, "Minal Aidin Wal Faizin" adalah potongan dari doa yang lebih panjang, yaitu Ja’alanallahu minal aidin wal faizin. Jika diurai, "Min" berarti berasal dari atau termasuk bagian dari, "Al-Aidin" merujuk pada sosok yang kembali suci atau fitrah, "Wal" adalah kata penghubung "dan", serta "Al-Faizin" menunjuk pada golongan orang yang meraih kemenangan besar.

Kalimat ini sesungguhnya merupakan doa pengharapan agar seseorang digolongkan sebagai hamba yang kembali suci dan meraih kemenangan hakiki setelah menjalani perjuangan melawan hawa nafsu selama Ramadan.

"Minal Aidin Wal Faizin bukanlah kalimat permohonan maaf, melainkan doa pengharapan agar kita digolongkan sebagai hamba yang kembali suci dan meraih kemenangan hakiki pasca-Ramadan," jelas seorang ahli bahasa saat ditemui.

Fenomena Persepsi Keliru dalam Masyarakat

Fenomena asimilasi budaya menjadi alasan utama mengapa kalimat ini selalu digandengkan dengan ucapan "Mohon Maaf Lahir dan Batin." Secara historis, para ulama terdahulu mempopulerkan kalimat tersebut dan diperkuat melalui media kartu lebaran di masa lampau. Akibatnya, masyarakat menganggap keduanya memiliki makna yang sama padahal sebenarnya berbeda fungsi.

Satu kalimat berfungsi sebagai doa kepada Allah, sementara yang lain sebagai etika permintaan maaf kepada sesama manusia. Hal ini menimbulkan kebingungan yang meluas di tengah tradisi silaturahmi Idulfitri.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |