Menkop dan Mendes Satu Suara Minta Alfamart dan Indomaret Disetop, Andi Sinulingga: Jahat Amat

12 hours ago 4
Andi Sinulingga

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Politisi Andi Sinulingga menyoal narasi pemerintah. Terkait wacana ritel Indomaret dan Alfamart yang minta disetop.

Wacana itu bergulir melalui pernyataan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. Serta Menteri Desa (Mendes), Yandri Susanto.

Pernyataan mereka, berkaitan dengan rencana pembentukan Koperasi Merah Putih. Jika itu berjalan, diminta Alfamart dan Indomaret dihentikan untuk pembangunan toko barunya.

"Kenapa harus di bentur-benturkan sesama anak bangsa?" kata Andi Sinulingga dikutip dari unggahannya di X, Jumat (20/2/2026).

Menurut Andi, mestinya tak dibeda-bedakan. Antara Indomaret dan Alfamart dengan Koperasi Merah Putih.

"Bikin koperasi juga bagus, Indomaret atau Alfamart apa salahnya?" ujarnya.

Dia menggambarkan bagaimana Indomaret dan Alfamart berperan penting dalam perekonomian di Indonesia. Terutama dalam penyerapan tenaga kerja,

"Bukankah perusahaan tersebut bikin ekonomi Indonesia tumbuh, menyerap lebih dari 300 ribu tenaga kerja & mereka itu semua anak bangsa, kenapa di benturkan dengan KMP? " imbuhnya.

"Jahat amat," tambah Andi.

Setop Ritel Modern

Pernyataan Yandri disampaikan saat rapat kerja bersama Komisi V DPR RI beberapa waktu lalu. Dia mengaku setuju Alfamart dan Indomaret disetop pembangunan gerai barunya.

"Saya setuju sekali, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop," ujarnya.

Dia mengungkapkan, saat ini tercatat lebih dari 20.000 gerai ritel modern tersebar di seluruh Indonesia. Yandri menilai kondisi tersebut sudah mengarah pada monopoli yang mengancam keberlangsungan usaha kecil di desa.

"Tidak apple to apple sebenarnya kalau mereka sudah sangat besar dan monopoli. Itu akan menjadi ancaman bagi Kopdes. Kekayaannya sudah terlalu (menumpuk) menurut saya," ucap Yandri.

Hal senada diungkapkan Menkop Ferry. Diungkapkan dalam sebuah rapat di DPR.

"Saya sudah bertemu dengan pemilik ritel modern dan meminta mereka setop membangun di desa. Biarkan koperasi desa yang berjualan," ujarnya.

Peran ritel, kata dia, melengkapi kehadiran koperasi. "Jika ada barang yang tidak mampu diproduksi koperasi, baru pihak ritel tersebut boleh memasok barangnya," ucap Ferry.

Dia mengatakan pemerintah tengah memacu pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih secara masif. Ferry menyampaikan bahwa tahap awal pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

"Harapannya Maret atau April mendatang, sebanyak 26.000 bangunan fisik koperasi desa sudah selesai dibangun dan terlihat wujudnya di tahap awal ini," pungkas Ferry. (Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |