Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei
FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei tewas bersama beberapa komandan Iran, setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu akhir pekan ini.
Setelah pemerintah Iran resmi mengumumkan kematiannya, kini publik Iran bahkan di seluruh dunia menanti siapa suksesor yang akan melanjutkan kepemimpinan tertinggi di negara tersebut.
Salah satu kabar yang berkembang menyebutkan, putra Ali Khamenei yakni Mojtaba Khamenei akan ditujunkan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
Mojtaba sendiri diketahu bertahun-tahun mengerahkan pengaruh di belakang layar atas intelijen utama dan operasi Korps Pengawal Revolusi Islam. Bahkan dia dilaporkan lebih gigih dari ayahnya.
Respons Sekutu Iran
Para pejabat dan faksi politik di Yaman dan Irak telah mengeluarkan pernyataan belasungkawa yang kuat menyusul kemartiran Ali Khamenei, bersumpah bahwa warisan perlawanannya akan tetap abadi dan darah para martir tidak akan tertumpah sia-sia.
Dewan Politik Tertinggi di Yaman menegaskan bahwa kemartiran Pemimpin Revolusi dan Republik Islam Iran, Sayyed Ali Khamenei, akan meningkatkan kekuatan dan tekad rakyat Iran, dan jalan jihad serta membela kebenaran akan terus berlanjut tanpa mundur.
Ditambahkan bahwa Sayyed Khamenei memulai perjalanan panjang perjuangan kemerdekaan dengan menghadapi musuh-musuh bangsa Islam, Zionis dan Amerika, dan mengakhiri hidupnya dengan kemartiran di tangan musuh-musuh Allah dan para pembunuh.
Dewan tersebut mengutuk tindakan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap semua hukum dan norma internasional dan manifestasi dari serangan tidak adil yang terus berlanjut terhadap umat Islam.

















































