Pahitnya Perjuangan Para Guru, Bikin Masa Depan Bangsa tapi Belum Punya Masa Depan

7 hours ago 8
Guru Honorer Vinsensia Ervina Talluma - tangkapan layar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Sampai saat ini situasi pelik dan penuh perjuangan masih harus dilalui oleh sebagian besar guru di Indonesia.

Salah satu akun di media sosial X @ankbetawiasli, membagikan video perjuangan para guru untuk menjadi cahaya bagi masa depan bangsa.

Akun tersebut memberi gambaran bahwa profesi guru di Indonesia adalah profesi yang berat untuk dijalani.

Mereka mengemban tugas untuk membentuk dan menciptakan masa depan bangsa, namun mereka sendiri belum punya masa depan yang aman.

Dalam video yang dibagikan, ia memberi penjelasan soal seorang guru yang harus melewati perjuangan berat untuk sampai ke tempatnya memberi mimpi bagi masa depan bangsa.

“Plot twist paling nyesek: yg bikin masa depan bangsa… malah blm punya masa depan yg aman,” tulis akun tersebut dikutip Senin (13/4).

“Bayangin tiap hari jalan kaki berkilo-kilo buat ngajar lewat bukit lembah sungai. Puluhan taon ngasih ilmu. Nyalain mimpi anak orang laen,” ujarnya.

Guru tersebut diketahui masih berstatus honorer. Namanya Vinsensia Ervina Talluma. Dia diketahui harus berjalan kaki sejauh 6 km setiap hari demi berbagi ilmu kepada anak didiknya.

Guru honorer tersebut mengajar di Kampung Wairbukang, tepatnya di SDK 064 Watubala, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah daerah terpencil yang hanya bisa diakses dengan cara berjalan kaki. Karena harus naik turun gunung, jalan bebatuan hingga menyeberangi sungai, dia harus berangkat lebih awal sebelum memulai kelas belajar.

Sebagai Guru honorer, Vinsensia hanya digaji sebesar Rp300 ribu per bulan yang diperoleh dari Komite Sekolah dan Dana BOS. Jauh dari kata sejahtera. Jangankan untuk ukuran bisa sejahtera, gaji tersebut juga tidak cukup untuk biaya hidup sehari-hari.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |