Pengganti Kapolres Bima Kota Juga Pernah Terjerat Kasus Narkoba, Susno Duadji: Pendataan Polri Tidak Bagus, Copot!

10 hours ago 5
Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji, angkat bicara terkait penetapan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro (DPK), sebagai tersangka kasus narkoba.

Perhatian Susno tidak hanya tertuju pada kasus yang menjerat Didik, tetapi juga pada sosok penggantinya, AKBP Catur Erwin Setiawan, yang sebelumnya disebut pernah terseret persoalan serupa.

Sebagai orang yang memiliki latar belakang Kepolisian, Susno menyampaikan kritiknya terhadap proses pergantian pejabat tersebut.

“Kapolres Bima terjerat narkoba, penggantinya sama saja,” ujar Susno dikutip fajar.co.id melalui cuitannya di X (18/2/2026).

Ia menganggap bahwa kondisi ini menunjukkan adanya persoalan dalam sistem pendataan dan rekam jejak internal institusi.

“Berarti pendataan Polri tidak bagus, copot!,” tegas Susno.

Kapolri Langsung Lakukan Mutasi

Mutasi mendadak terjadi di jajaran Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat (NTB), AKBP Didik Putra Kuncoro resmi dinonaktifkan.

Ia diberhentikan dari jabatannya sebagai Kapolres Bima Kota setelah namanya dikaitkan dengan dugaan skandal narkotika.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk AKBP Catur Erwin Setiawan sebagai pelaksana harian (Plh) Kapolres Bima Kota untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.

“Kapolres (AKBP Didik) sudah dinonaktifkan,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid dikutip fajar.co.id, Jumat (13/2/2026).

Kholid membenarkan adanya pencopotan itu, namun tidak memaparkan secara rinci alasan teknis penonaktifan.

Jabatan untuk Sementara Diisi AKBP Catur Erwin

Ia memastikan roda kepemimpinan sementara dipegang AKBP Catur Erwin Setiawan yang sebelumnya menjabat Kepala Subdirektorat III Reserse Kriminal Umum Polda NTB.

Di saat yang sama, AKBP Didik kini tengah menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.

“Sedang dilakukan pemeriksaan di Mabes (Polri),” sebutnya.

Terjerat Kasus Narkoba

Nama AKBP Didik mencuat setelah kasus narkotika yang lebih dulu menjerat Kasatnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi, terungkap ke publik.

Dalam perkara tersebut, AKP Malaungi telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dugaan Aliran Dana dari Bandar

Dalam proses penyidikan Polda NTB, muncul dugaan adanya aliran dana sebesar Rp1 miliar yang disebut diterima AKBP Didik dari seorang bandar narkoba bernama Koko Erwin.

Koko Erwin sendiri disebut sebagai pihak yang memasok sabu-sabu seberat 488 gram yang ditemukan dalam penguasaan AKP Malaungi.

Barang bukti itu terungkap saat penggeledahan di rumah dinas AKP Malaungi di Komplek Asrama Polres Bima Kota.

Berikut versi yang telah disusun ulang dengan struktur dan diksi berbeda, tanpa mengubah kutipan langsungnya:

Rekam Jejak AKBP Catur Tersandung Kasus Narkoba

Sebelum menduduki jabatan sekarang, AKBP Catur Erwin Setiawan sempat memiliki catatan terkait kasus narkoba.

Saat masih berpangkat AKP, ia menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Ternate.

Tepat pada 4 Mei 2017, hasil tes urine yang dilakukan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Maluku Utara terhadap sejumlah personel menunjukkan Catur positif mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |