Ilustrasi Ijazah Jokowi
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Polemik hukum yang menyeret pakar digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar kembali memicu perdebatan baru setelah muncul kabar bahwa dirinya mengajukan permohonan Restorative Justice (RJ) kepada penyidik Polda Metro Jaya. Dinamika terbaru ini mendapat tanggapan dari sesama tersangka dalam perkara yang berkaitan dengan polemik tudingan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Salah satu respons datang dari Rizal Fadillah yang menilai perkembangan kasus tersebut justru membuka kembali diskursus lama mengenai isu keaslian ijazah Presiden Jokowi yang sebelumnya ramai diperdebatkan di ruang publik.
Rizal menggunakan analogi yang cukup keras untuk menggambarkan dinamika polemik yang terjadi. Ia menyebut situasi yang berkembang seperti rudal yang meleset dari sasaran utama.
“Rapanya ada rudal Iran yang nyasar ke Indonesia sebagai negara yang bersekutu dengan Amerika dan Israel di Board of Peace (BoP)," ujar Rizal kepada fajar.co.id, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, polemik yang awalnya diarahkan pada isu tertentu justru berkembang ke arah lain yang tidak terduga.
“Hanya saja meleset dari target utama Istana Kepresidenan, melenceng ke urusan ijazah palsu Jokowi dan mengenai seorang peneliti yang berkualikasi "ahli digital forensik" yang selama ini mengguncang jagat digital hingga mampu meyakini bahwa 11 ribu trilyun persen ijazah UGM Jokowi itu palsu," tukasnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap dua informasi yang beredar hampir bersamaan mengenai Rismon. Pertama adalah kabar pengajuan Restorative Justice kepada penyidik Polda Metro Jaya, dan kedua adalah video pernyataan pribadi yang diunggah Rismon terkait hasil penelitian terbarunya.

















































