FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto bakal ke Teheran, Iran untuk mencoba meredam eskalasi konflik di Timur Tengah. Rencana itu menuai banyak sorotan tajam. Salah satunya Imam Besar Islamic Center of New York dan Direktur Jamaica Muslim Center Amerika Serikat, Shamsi Ali.
Menurutnya, saat ini yang diperlukan bukan sekadar kunjungan. Tapi menghentikan serangan Amerika dan Israel terhadap Iran.
“Yang diperlukan adalah menghentikan serangan Amerika/Israel,” kata Shamsi Ali dikutip dari unggahannya di X, Jumat (6/3/2026).
Dia berspekulasi, jangan sampai kunjungan tersebut hanya meminta Iran menyerah. Alih-alih mendesak Amerika dan Israel berhenti.
“Jika kunjungan itu hanya ke Iran, jangan-jangan justeru akan mengusulkan agar Iran menyerah saja…,” ujarnya.
Apalagi, kata dia, kunjungan Prabowo itu akan dilakukan bersama Pemimpin Pakistan.
“Indonesia dan Pakistan dalam genggaman Amerika. Tidak akan bisa berkata “no” to Amerika,” terangnya.
Terbang ke Teheran
Rencana Prabowo itu sebelumnya disampaikan Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie. Setelah pertemuan Prabowo bersama para ulama, pimpinan pondok pesantren, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3) malam.
“Saya bersyukur Perdana Menteri Pakistan bersedia bersama Presiden Prabowo berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden,” kata Jimly.
Ia mengaku tidak terlalu mengingat apakah pemimpin Pakistan yang dimaksud adalah perdana menteri atau presiden. Namun, kedua pemimpin negara tersebut berencana melakukan perjalanan bersama ke Teheran.

















































