Prabowo Ingin Jadi Mediator Konflik Israel-Iran, Pengamat Politik Soroti Ambisi dan Kontradiksi Strategis

16 hours ago 6

FAJAR.CO.ID - Di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Iran yang turut melibatkan Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto berencana mengambil peran sebagai juru damai dengan segera bertolak ke Teheran. Langkah ini mendapat sorotan tajam dari Pengamat Politik Heru Subagia yang menilai upaya tersebut terlalu ambisius dan penuh kontradiksi strategis.

Ambisi Prabowo sebagai Aktor Politik Global

Heru menegaskan bahwa keinginan Prabowo untuk menjadi mediator dalam konflik besar ini merupakan bagian dari ambisinya memasuki panggung politik internasional.

"Ingin mewujudkan dirinya menjadi bagian aktor atau pemain politik global atau internasional dalam konteks geopolitik yang saat ini sedang memanas," katanya kepada fajar.co.id, Senin (2/3/2026).

Menurut Heru, Prabowo berusaha mewarnai dinamika konflik global, khususnya perang antara Israel dan Iran yang saat ini tengah memanas.

Kontradiksi Posisi Indonesia dalam Board of Peace

Heru juga menyoroti posisi Indonesia yang kini menjadi anggota Board of Peace bentukan Amerika Serikat, dimana Prabowo telah terlibat sebagai bagian dari badan tersebut.

"Saat ini pula terjadi sebuah kontrak, pemikiran atau logika berpikir terbalik di mana Prabowo menginginkan menjadi juru damai kedua belah pihak di mana Iran sendiri adalah negara-negara yang sangat getol, yang sangat agresif melawan daripada Amerika dan juga Israel," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keinginan Prabowo menjadi mediator berpotensi bertentangan dengan kepentingan sekutu Board of Peace, yakni Amerika Serikat.

Keraguan Pemahaman Substansi Konflik dan Respons Amerika

Heru mempertanyakan apakah Prabowo memahami secara utuh akar persoalan yang memicu serangan Israel dengan dukungan Amerika ke Teheran.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |