Prabowo Mau Damaikan Iran-AS tapi Tak Ucapkan Duka Cita Meninggalnya Khamenei, Takut?

13 hours ago 3
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (ist)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto disorot karena tak megucapkan ungkapan duka meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Di sisi lain menawarkan diri untuk mediasi Iran-Amerikat Serikat (AS).

“Presiden Prabowo tidak ucapkan duka cita atas meninggalnya Sayyid Ali Khamenei Kepala Negara Iran? Mengapa?” kata Kader PDIP Guntur Romli, dikutip dari unggahannya di X, Selasa (3/3/2026).

Dia mengaku belum menemukan ucapan duka tersebut. Padahal Khamenei merupakan Kepala Negara Iran.

“Saya belum menemukan ucapan duka cita dari Presiden Prabowo terhadap meninggalnya Sayyid Ali Khamenei, yang merupakan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran. Secara de facto, saat wafat, Sayyid Ali Khamenei adalah kepala negara Iran,” ujar Gun Romli.

Padahal, kata dia, Prabowo merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan negara Indonesia. Sementara Iran dan Indonesia adalah negara sahabat, punya relasi diplomatik yang kuat dan hubungan kerjasama.

“Tapi anehnya, ada kepala negara sahabat meninggal, Prabowo tidak mengucapkan kesedihan dan duka cita. Secara etika dan adab ketimuran, raibnya ucapan duka cita itu patut dipertanyakan,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, ketika pecah serangan AS dan Israel terhadap Iran, Prabowo melalui Kementrian Luar Negeri, buru-buru menawarkan diri menjadi juru damai dan bahkan siap berangkat ke Teheran, Iran.

“Suatu sikap yang bisa dipuji sebagai kepedulian untuk perdamaian, tapi, bagaimana mau jadi juru damai dan mau ke Teheran, mengucapkan duka cita saja tidak dilakukan?” imbuhnya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |