Respons Jimly Asshiddiqie soal Seruan Erdogan agar Umat Islam Bersatu di Tengah Perang Iran-AS dan Israel

9 hours ago 4
Akademisi hukum tata negara, Jimly Asshiddiqie

FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Akademisi hukum tata negara, Jimly Asshiddiqie memberikan responsnya terkait pernyataan dari Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan.

Pernyataan yang disetujui oleh Jimly ini berkaitan dengan perbedaan yang ada di antara umat Islam seharusnya bukan alasan untuk terpecah.

Karena itu, menurut Jimly Asshiddiqie perlu hal ini diserukan terkhusus di Indonesia karena banyaknya narasi bertebaran di media sosial.

Narasi-narasi ini membahas terkait perbedaan antara Sunny dan Syi'ah yang justru punya potensi besar untuk memecah belah.

“Saya setuju dg seruan Erdogan,” tulisnya di media sosial X dikutip Senin (16/3).

“Kitapun dari Indonesia seharusnya menyerukan hal serupa di tengah bnyak narasi di medsos tentang perbedaan Sunny vs Syi'ah,” ungkapnya.

Potensi Memecah Belah

Narasi-narasi seperti ini yang disebut oleh Jimly berpotensi untuk membuat umat Islam terpecah belah.

Dan tanpa sadar dari narasi-narasi ini yang secara tidak langsung memberikan pembenaran soal apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

“Sengaja untuk memecah belah umat Islam,” tuturnya.

“Dan tanpa sadar mbenarkan As+Israel yg biadab & terang2an langgar hkm internasional,” jelasnya.

Pernyataan Presiden Turki

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan menyerukan persatuan umat Islam dan menegaskan bahwa perbedaan mazhab tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

Dalam pernyataannya, Erdoğan menekankan bahwa umat Islam hanya memiliki satu agama, yakni Islam, terlepas dari perbedaan antara Sunni dan Syiah. (Erfyansyah/fajar)

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |