Ricuh di Jogja Buntut Oknum Brimob Aniaya Siswa MTs hingga Tewas di Tual, Polda Sulsel Waspadai Potensi Aksi Susulan

14 hours ago 10
Aksi massa di Polda DIY - jawapos

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Polda Sulsel menyatakan kesiapsiagaannya menyikapi potensi unjuk rasa di sejumlah markas kepolisian, termasuk markas Brimob.

Hal ini menyusul mencuatnya dugaan penganiayaan oknum anggota Brimob Tual terhadap seorang siswa MTs yang memicu aksi besar-besaran di Yogyakarta.

Instruksi Monitoring Diperketat di Seluruh Wilayah

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto menegaskan, seluruh jajaran telah diinstruksikan untuk melakukan langkah antisipatif di wilayah masing-masing.

“Ya semuanya kita antisipasi yah. Jadi kita mengintruksikan kepada seluruh jajaran untuk memonitor situasi di wilayahnya," ujar Didik saat ditemui di Mapolda Sulsel, Kamis (26/2/2026).

Dikatakan Didik, jika ada sesuatu yang berpotensi, maka anggota di lapangan diminta segera melaporkan ke satuan atas.

"Dan segera diantisipasi baik itu intelijen, maupun dari Babinkantibmas untuk bisa meredam,” sebutnya.

Belum Ada Pengerahan Khusus Personel

Ia menekankan, hingga saat ini belum ada pengerahan khusus personel untuk penjagaan di titik-titik tertentu yang dianggap vital. Namun, pengawasan situasi kamtibmas terus dioptimalkan.

“Sementara belum, para Kasatwil dan Kapolres sekarang terus mengoptimalkan pemantauan di wilayah masing-masing untuk situasi Kamtibmas secara umum,” jelasnya.

Polda Sulsel Tegaskan Sikap Siaga dan Antisipatif

Meski begitu, Didik memastikan pihaknya tidak ingin meremehkan dinamika yang berkembang di masyarakat. Kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas.

“Iya, tetap kita siap siaga, antisipasi, siapa tahu namanya kita tidak boleh underestimate,” tegasnya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |