Rismon Sianipar
Fajar.co.id, Jakarta -- Polemik seputar sikap Rismon Sianipar terkait isu ijazah Joko Widodo kembali memicu perdebatan publik. Setelah sebelumnya vokal menyebut ijazah Jokowi palsu, Rismon secara mengejutkan menemui mantan presiden tersebut untuk meminta maaf dan mengakui keaslian dokumen ijazahnya.
Langkah mendadak itu pun menuai berbagai respons, termasuk dari kalangan aktivis dan pengamat.
Pengamat Politik dan Ekonomi Heru Subagia menilai perubahan sikap Rismon membuat namanya tiba-tiba menjadi sorotan publik dan bahkan sempat menggeser perhatian dari isu geopolitik global, termasuk konflik antara Iran dan Israel yang belakangan ramai diperbincangkan.
Menurut Heru, pengakuan Rismon terhadap ijazah Joko Widodo secara tiba-tiba memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi intelektual seorang akademisi.
“Langkah itu dianggap banyak pihak sebagai kecelakaan intelektual bagi seorang akademisi. Sebelumnya ia sangat percaya diri menyebut diri sebagai peneliti yang mengkritisi persoalan tersebut,” kata Heru kepada fajar.co.id, Sabtu (14/3/2026)0.
Heru juga menyoroti sikap Rismon yang setelah meminta maaf justru mengajak pihak lain yang sebelumnya berada dalam satu barisan kritik, seperti Roy Suryo dan dokter Tifauzia Tyassuma, untuk mengikuti langkah yang sama.
Menurutnya, tindakan itu memunculkan polemik baru karena proses hukum terkait isu tersebut masih berjalan.
Dugaan Dimensi Politik
Lebih jauh, Heru melihat pertemuan Rismon dengan Jokowi juga memunculkan spekulasi politik. Namun dari sisi kepentingan elektoral, ia menilai posisi Rismon tidak cukup kuat untuk memberi dampak signifikan terhadap dinamika politik nasional.
















































