Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terancam jebol imbas meroketnya harga minyak dunia. Di titik itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku masih enggan memotong anggaran jumbo Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Jadi, MBG enggak akan dipotong,” kata Purbaya kepada jurnalis di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
Walau demikian, Bendahara Negara itu menyebut pengecualian. Seperti anggaran yang tak produktif sepert pengadaan kendaraan.
“Kecuali yang enggak produktif. Kita lihat saja. Kalau dia ngajuin beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret. Yang enggak perlu-perlu, yang enggak berhubungan dengan makanan," terangnya.
Tapi pada intinya, dia menegaskan pemotongan anggaran untuk MBG tak akan dilakukan saat ini. Sehingga tidak mengganggu distribusi makan bergizi.
“Tidak akan memotong anggaran program MBG. Kemenkeu akan memastikan penyaluran anggaran MBG berlangsung secara efisien,” ucap Purbaya.
Desakan Potong Anggaran MBG
Diketahui, per Februari 2026, APBN defisit Rp135 Triliun. Jumlah ini naik drastis, jika dibandingkan tahun sebelumnya di 2025 pada periode yang sama hanya Rp30,7 Triliun, alias naik 342,4 persen.
Saat ini, publik mewanti-wanti defisit APBN maret. Mengingat harga minyak dunia yang bergejolak.
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid meminta pemerintah tak korbankan masyarakat. Ketimbang menaikkan harga BBM subsidi, dia mengusulkan anggaran MBG dialihkan ke subsidi BBM.
“Menurut saya, usulan anggaran MBG dialihkan ke subsidi memang seharusnya dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan BBM yang sedang krisis akibat konflik timur tengah, apalagi sebagian impor BBM kita berasal dari kawasan konflik,” kata Zulhamdi kepada fajar.co.id, Sabtu (7/3/2026).

















































