Sejarah dan Makna Puasa Ramadan dalam Islam: Landasan Syariat, Hikmah Spiritual, dan Relevansinya Sepanjang Zaman

2 hours ago 2
Ilustrasi Puasa

FAJAR.CO.ID — Puasa Ramadan adalah salah satu ibadah paling sentral dalam ajaran Islam. Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menjalankannya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah sekaligus sarana penyucian diri. Lebih dari sekadar rutinitas tahunan, puasa Ramadan memiliki sejarah panjang, dasar syariat yang kuat, serta makna spiritual dan sosial yang sangat mendalam.

Artikel pilar ini akan mengulas secara komprehensif sejarah puasa Ramadan dalam Islam, dasar hukumnya dalam Al-Qur’an dan Sunnah, tujuan utama puasa, hikmah yang terkandung di dalamnya, serta relevansinya dalam kehidupan modern.

Pengertian Puasa Ramadan dalam Islam

Secara bahasa, puasa berasal dari kata shaum yang berarti menahan diri. Dalam konteks syariat Islam, puasa Ramadan adalah ibadah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai niat karena Allah SWT.

Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, dan termasuk dalam rukun Islam yang lima. Hal ini menunjukkan betapa fundamentalnya puasa dalam struktur ajaran Islam.

Sejarah Puasa Ramadan dalam Islam

Puasa dalam Tradisi Umat Sebelum Islam

Puasa bukanlah ibadah yang hanya dikenal dalam Islam. Jauh sebelum risalah Islam diturunkan, umat-umat terdahulu telah mengenal praktik puasa dalam berbagai bentuk. Tradisi ini dilakukan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, menebus kesalahan, atau menjalani laku spiritual tertentu.

Hal ini ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menyebutkan bahwa puasa juga diwajibkan atas umat sebelum Islam. Dengan demikian, puasa merupakan ibadah universal yang kemudian disempurnakan dalam Islam.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |