SERAMBI 2026, Digitalisasi, dan Ongkos Sosial yang Tak Pernah Masuk Statistik

15 hours ago 8
Fadly

Oleh: Fadly
(Asisten Penyelia Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Sulsel)

Setiap Ramadan, kita selalu mengulang ritual yang sama: antre menukar uang baru. Ironisnya, di tengah gempuran QRIS, mobile banking, dan kampanye cashless, permintaan uang tunai justru melonjak. Apakah ini kegagalan digitalisasi?

Atau jangan-jangan, kita sedang mengabaikan sesuatu yang lebih mendasar: uang tunai bukan sekadar alat bayar, melainkan simbol sosial.

Program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 dari Bank Indonesia hadir untuk memastikan ketersediaan uang layak edar menjelang HBKN. Pada saat yang sama, akselerasi QRIS dan kanal digital terus didorong. Di permukaan, ini terlihat seperti dua jalur berbeda: satu menjaga tradisi, satu mendorong masa depan. Namun sesungguhnya, keduanya saling terkait.

Lonjakan Tunai di Era Digital

Menurut laporan tahunan Bank for International Settlements (BIS), penggunaan uang tunai memang menurun dalam transaksi ritel global, tetapi currency in circulation justru meningkat di banyak negara pasca-pandemi. Studi BIS 2023 menunjukkan bahwa di banyak yurisdiksi, uang tunai berfungsi sebagai “store of value” dan simbol kepercayaan, terutama saat ketidakpastian meningkat.

Di Indonesia, fenomenanya unik. Survei nasional inklusi keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan inklusi keuangan telah menembus lebih dari 85%. QRIS mencatat miliaran transaksi per tahun. Namun setiap Ramadan, penukaran uang baru tetap membeludak.

Ini bukan kontradiksi. Ini adalah bukti bahwa fungsi uang berbeda-beda tergantung konteks sosial. Sebuah studi dalam Journal of Consumer Research oleh Priya Raghubir dan Joydeep Srivastava menunjukkan bahwa bentuk fisik uang memengaruhi persepsi nilai dan emosi pemberi. Uang tunai menciptakan “pain of paying” sekaligus “joy of giving” yang berbeda dari transaksi digital. Sentuhan, suara lipatan kertas, hingga amplop yang diselipkan—semuanya membentuk pengalaman simbolik. Digital transfer tidak sepenuhnya menggantikan itu.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |