Susi Pudjiastuti
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, meluapkan kemarahannya terkait kasus penyelundupan benih lobster ilegal yang baru-baru ini terungkap.
Nilai ekspor ilegal tersebut disebut mencapai sekitar Rp5,17 miliar dengan tujuan Singapura.
Susi melihat praktik penyelundupan benih lobster masih marak terjadi di berbagai daerah pesisir.
Bahkan, ia menyinggung salah satu wilayah yang disebut menjadi pusat peredaran benih lobster.
Aktivitas di Pangandaran
Susi secara terang-terangan menyinggung wilayah Pangandaran sebagai salah satu titik yang diduga kuat menjadi basis aktivitas perdagangan benih lobster.
Kata dia, praktik tersebut sebenarnya bukan hal baru dan telah lama diketahui banyak pihak.
“Salah satu pemain terbesar bibit lobster ada di Pangandaran. Semua APH sudah tahu,” ujar Susi dikutip fajar.co.id, Minggu (8/3/2026).
Ia bahkan menyebut dampak dari aktivitas pengambilan benih lobster itu sudah terasa langsung di daerah tersebut.
Lobster Konsumsi Sulit Didapat
Susi mengungkapkan bahwa kondisi di Pangandaran saat ini cukup memprihatinkan. Bahkan untuk mendapatkan lobster konsumsi saja disebut tidak mudah.
“Di Pangandaran cari atau mau beli lobster untuk makan saja susah. Karena dari bibit sudah diambil,” ungkapnya.
Menurut Susi, praktik penangkapan benih lobster secara masif membuat populasi lobster dewasa di alam menjadi semakin berkurang.
Sebut Budidaya Hanya Kamuflase
Lebih jauh, Susi juga menyinggung praktik budidaya lobster yang menurutnya kerap dijadikan kedok untuk menutupi perdagangan benih lobster ilegal.
















































